Setahun Tragedi Bom Surabaya

Grup Hadrah Assyuban Sumbang Lagu Perdamaian

Khoirotul Lathifiyah

Senin, 13 Mei 2019 - 22:40

JATIMNET.COM, Surabaya - Grup Hadrah Assyuban Kalimas Baru 1 Surabaya membawakan lagu-lagu perdamaian dalam acara mengenang setahun tragedi bom Surabaya di Gereja St Maria Tak Bercela (SMTB) Ngagel Madya Nomor 1 Surabaya.  

Setelah penampilan Grup Hadrah Assyuban, seluruh peserta yang hadr menyalakan lilin yang sudah disediakan oleh panitia. Ketika lilin mulai menyala dan menerangi halaman Gereja SMTB, tokoh lintas agama memimpin doa bersama untuk mendoakan para korban.

Ketua Grup Hadrah Assyuban Samsul Huda mengungkapkan sangat mendukung kegiatan lintas agama untuk mempererat tali persaudaraan. Grupnya menggunakan alat musik rebana untuk mengiringi lagu-lagu perdamaian.

BACA JUGA: Sejumlah Elemen Lintas Agama Kenang Tragedi Bom Surabaya

"Kami mengutuk aksi-aksi teroris untuk membunuh orang lain, jangan mengatasnamakan Islam, dan Agama apapun, karena tidak ada Agama yang mengajarkan untuk melukai maupun membunuh orang lain," kata Samsul.

Ia mengaku sudah keempat kalinya mengisi hadrah dalam acara lintas agama maupun budaya. Dengan hal tersebut umat Agama lain akan mengetahui dan mengenal lebih dekat dengan Agama Islam, begitu sebaliknya.

DOAKAN KORBAN. Sejumlah elemen lintas agama mendoakan para korban bom yang meledak di beberapa tempat di Surabaya setahun silam. Foto: Khorotul Lathifiyah

Sementara itu, Pendeta Gereja Kristen Jawi Wetan Manukan (KJWM) Penti Kurnia Sari mengatakan, kegiatan ini menjadi momen untuk menyatukan rasa persaudaraan bernegara lagi.

"Ya, satu tahun bagi semua umat untuk pemulihan bersama. Saya kira ini langkah yang baik, dan harapannya bisa berkelanjutan," katanya.

BACA JUGA: Kenang Korban Bom Surabaya, Putri Gus Dur: Jangan Mudah Diadu Domba

Kegiatan semacam ini membuktikan dan memperjelas karakter asli bangsa dengan persatuan dalam keberagaman.

Menurutnya perbedaan adalah hal yang tidak bisa dihindari, tapi dengan perbedaan tersebut harus bisa menjadi kekuatan untuk bisa saling melengkapi. Dengan adanya pertemuan ini, antar umat akan saling mengenal dan mengerti.

"Seperti selawat tadi, kita jadi tahu bahwa lagu yang dilantunkan adalah lagu perdamaian," kata Kurnia.

BACA JUGA: Bom Surabaya Dianggap Tak Pengaruhi Pelancong Kunjungi Kota Pahlawan

Kurnia mengaku hingga saat ini pun ia kerap takut dan was-was ketika melihat sosok muslim yang menggunakan hijab dan bercadar. Namun ia juga menyadari bahwa tidak semua muslim adalah sama.

"Ya saya tahu tidak semua seperti itu, tapi masih waspada," katanya.

Namun saya akan berusaha membangun kepercayaan, lanjut Kurnia, caranya semua umat harus bisa mengenal satu sama lain masyarakat sekitar.

Baca Juga

loading...