Sejumlah Elemen Lintas Agama Kenang Tragedi Bom Surabaya

Khoirotul Lathifiyah

Senin, 13 Mei 2019 - 21:42

JATIMNET.COM, surabaya - Tragedi pengeboman tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya pada Mei 2018 lalu masih menyisakan kesedihan bagi masyarakat, khususnya para jemaah Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Jalan Ngagel Madya, Surabaya.

Sejumlah elemen lintas agama hari ini pun menggelar serangkaian acara untuk mengenang peristiwa yang memilukan tersebut. Bertempat di Gereja SMTB, perwakilan dari umat Kristen, Katolik, Muslim, Hindu, Budda dan Khonghucu hadir dalam acara ini.

Sejak pukul 16.30 WIB, mereka mengawali acara dengan diskusi dan bedah buku Merawat Ingatan Merajut Kemanusiaan untuk mengenang para korban. Hingga berlangsung pelaksanaan buka bersama antar umat beragama.

BACA JUGA: Lepas Sambut Kapolrestabes Surabaya, Risma Teringat Insiden Bom Gereja

Selanjutnya, seratusan jemaah Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel Madya Nomor 1 Surabaya juga menggelar misa untuk mengenang tragedi pengeboman pada 13 Mei 2018 lalu. Misa ini dikhususkan untuk mendoakan korban pada tragedi tersebut.

"Di Katolik setiap bulan Mei adalah Bulan Maria, dan khusus untuk hari ini dibuat untuk mengenang tragedi satu tahun lalu," kata Pengurus Gereja SMTB Deograsias Yosep saat diwawancarai disela-sela Misa, Senin 13 Mei 2019.

Pengurus Gereja SMTB ini bertujuan untuk fokus dalam memberikan makna yang mendalam dari peristiwa yang terjadi.

BACA JUGA: Bom Surabaya Dianggap Tak Pengaruhi Pelancong Kunjungi Kota Pahlawan

Yosep mengungkapkan makna yang diambil adalah dengan mempercayai bahwa kejahatan akan bisa digerus dengan kebaikan. Karena kejahatan itu tidak akan punah, tapi kebaikan juga akan terus berkelanjutan.

"Ya gampangnya seperti anak muda itu bisa move on," kata dia.

Ia menyampaikan hingga saat ini jemaatnya masih mengalami trauma yang mendalam jika melihat sosok yang melakukan pengeboman. Namun banyak masyarakat dari berbagai elemen untuk bahu membahu merangkul umat Katolik.

BACA JUGA: Kenang Korban Bom Surabaya, Putri Gus Dur: Jangan Mudah Diadu Domba

Jadi kita harus menyingkirkan perasaan itu dan terus menjalankan kehidupan, lanjut Yosep. Apalagi setelah tragedi pengeboman setahun silam toleransi dan masyarakat lintas agama semakin kuat.

"Kami ada agenda mingguan dan juga bulanan untuk melakukan pertemuan lintas agama," kata Yosep.

Menurutnya, hal ini akan menjadi kekuatan untuk semua umat dalam mencegah kejahatan yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Baca Juga

loading...