Gagal Diselundupkan, Anak Komodo Segera Dipulangkan ke Habitat

Anang Zakaria

Jumat, 29 Maret 2019 - 17:38

JATIMNET.COM, Surabaya – Sebanyak enam dari 41 ekor anak komodo yang disita Kepolisian Daerah Jawa Timur dari pedagang satwa liar akan dikembalikan ke habitatnya di Flores, Nusa Tenggara Timur.

“(Keputusan itu) hasil koordinasi dengan penyidik Polda dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur,” kata Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Eden Klakik di Kupang, Jumat 29 Maret 2019.

Meski begitu, Klakik tak menyebut detail habitat asal komodo itu. “Kami akan melakukan koordinasi terlebih dahulu, tetapi secepatnya akan dibawa pulang ke habitatnya," katanya.

BACA JUGA: Polda Jatim Gagalkan Perdagangan 41 Ekor Komodo

Rabu 27 Maret 2019, Polda Jatim merilis data penangkapan pedagang satwa liar yang memperdagangkan trenggiling, lutung Jawa, kucing hutan, dan puluhan ekor anak komodo.

Di depan wartawan, polisi menyebut anak komodo didapat pedagang setelah membunuh induknya. Rencananya, kadal purba yang masih berkerabat dengan dinosaurus dilego seharga Rp 500 juta per ekor dan dikirim ke luar negeri.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memastikan enam ekor komodo itu bukan berasal dari Taman Nasional Komodo di NTT. Dari penampakan morfologi fisiknya, komodo itu diperkirakan berasal dari daratan Flores Utara.

“(Karena) kondisinya lebih kecil dan lebih 'colorful' (berwarna-warni)," kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Wiratno di Jakarta, Kamis 28 Maret 2019.

BACA JUGA: KLHK Berharap Bisa Bongkar Mafia Perdagangan Komodo

Ia mengatakan telah bekerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman untuk melakukan tes DNA komodo itu. Sehingga bisa diketahui habitat asalnya. “Peta genetika DNA komodo ini sudah dimiliki oleh LIPI nanti kita cek petanya dengan pakar," ujarnya.

Selain meneliti asal komodo, kementerian sekaligus menerjunkan tim terpadu untuk menelusuri jejak perburuan liar komodo. Upaya itu dilakukan untuk menanggapi kasus penyelundupan satwa yang dilindungi. “Kami punya titik-titik pemantauan di seluruh wilayah pantai Flores itu," katanya.

Sementara itu, Polda NTT juga melakukan investigasi untuk mengungkap perdagangan ilegal komodo dari Flores. "Kami akan koordinasikan hal ini dengan Polda Jawa Timur, karena mereka yang berhasil mengungkapkan ketika akan dikirim ke luar negeri," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast pada wartawan di Kupang, Kamis 28 Maret 2019. (ant)

Baca Juga

loading...