KLHK Berharap Bisa Bongkar Mafia Perdagangan Komodo

Hari Istiawan

Kamis, 28 Maret 2019 - 18:45

JATIMNET.COM, Jakarta  - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berharap bisa membongkar perdagangan 41 ekor komodo yang tengah ditangani Kepolisian Daerah Jawa Timur.

“Penegakan hukum tentu dilakukan kepolisian dan KLHK untuk mendalami dan membongkar mafia perdagangan komodo,” kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) KLHK Wiratno kepada, Kamis 28 Maret 2019.

Menurutnya, KLHK mengecam keras perburuan liar dan penyelundupan anak komodo yang diungkap Polda Jatim.

BACA JUGA: Polda Jatim Gagalkan Perdagangan 41 Ekor Komodo

“Pembongkaran mafianya harus bekerja sama dengan para pihak di seluruh lokasi (asal komodo) itu," ujar Wiratno menambahkan.

Dia mengatakan komodo-komodo dalam kasus penyelundupan itu akan segera dikembalikan ke habitatnya, namun kemungkinan tidak ke habitat lama karena keamanan penjagaan yang minim.

Dia mengatakan komodo-komodo itu akan lebih aman jika dilepaskan di kawasan Taman Nasional Komodo.

BACA JUGA: Profauna Minta Polda Jatim Telusuri Asal Usul Komodo

Sebelumnya, Kepolisian Derah Jawa Timur mengungkap perdagangan gelap satwa langka yang dilindungi negara. Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka, sejumlah satwa turut diamankan dalam peristiwa itu. Di antaranya 41 ekor komodo anakan, yang dijual seharga Rp 500 juta per ekor.

Selain menjual satwa langka yang masih hidup, jaringan ini juga menjual satwa langka yang telah diawetkan. Komplotan ini memperdagangkan satwa langka mulai 2016 melalui media sosial dan juga dijual ke luar negeri. (ant)

Baca Juga

loading...