Exit Poll Unggulkan Pelawak Sebagai Presiden Terpilih Ukraina 

Dyah Ayu Pitaloka

Senin, 22 April 2019 - 11:27

JATIMNET.COM, Surabaya – Tren selebrasi hasil exit poll pemilihan presiden juga terjadi di Ukraina. Di sana, baik presiden yang diunggulkan ataupun yang kalah, sama-sama mengakui hasil exit poll tersebut.

Dalam pilpres yang berlangsung tiga minggu lalu, Volodymyr Zelensky (41) unggul melawan petahana Petro Poroshenko, yang telah mengakui kekalahannya, dilansir dari Bbc, Senin 22 April 2019.

Komedian Ukrania Volodymyr Zelensky meraih suara mayoritas dalam hasil exit poll pemilihan presiden Ukraina, dengan hasil lebih dari 70 persen suara.

Sedangkan kandidat petahana Petro Poroshenko memperoleh 25 persen suara. Poroshenko telah menjabat sejak tahun 2011.

BACA JUGA: BPP Jatim Klaim Amin Rais tak Asal Bicara

“Saya tak akan mengecewakanmu,” kata Zelensky, didepan suporternya, Minggu 21 April 2019.

“Saya belum resmi menjadi presiden, namun sebagai warga negara Ukraina, saya bisa mengatakan kepada seluruh negara lain pasca Uni Soviet. Lihatlah kami, semuanya mungkin!.

Jika hasil poll benar, dia akan terpilih sebagai presiden selama lima tahun. Hasil resmi diperkirakan muncul sepanjang Minggu petang.

Presiden akan memegang kuasa penuh atas pertahanan, kemanan, dan kebijakan luar negeri negara tersebut.

BACA JUGA: Dukung KPU, GP Ansor Ajak Masyarakat Tunggu Hasil Resmi

Exit Poll menghasilkan raihan suara sebesar 25 persen untuk Poroshenko.

“Hasil dari pemillihan meninggalkan berbagai ketidakpastian dan tdak bisa diprediksi,” kata Poroshenko, setelah hasil poll dirilis.

“Saya akan meninggalkan kantor saya, tapi saya tegaskan, saya tidak akan meninggalkan politik,” katanya.

Milioner itu terpilih menjadi presiden melalui pemilihan yang menggulingkan pemerintahan pro Rusia.

BACA JUGA: Daftar Sembilan TPS di Jatim yang Harus Melakukan PSU

Pasukan Rusia menganeksasi Semenanjung Ukraina pada Maret 2014, dalam sebuah tindakan yang dikutuk komunitas internasional.

Sejak itu, pasukan Ukraina terus berupaya melawan Rusia, dengan dukungan pemberontak dan relawan di Timur.

Dalam sebuah cuitan di Twitter, Poroshenko mengatakan, “seorang Presiden Ukraina baru yang tidak berpengalaman, bisa dengan cepat mengembalikan (Ukraina) pada pusaran orbit pengaruh Rusia,”.

Namun, menteri luar negeri Ukraina mengatakan, jika pemilih telah mengekspresikan keinginan mereka untuk perubahan.

BACA JUGA: Uskup Rusia Dihukum Lantaran Istrinya Ikut Kontes Kecantikan

“Kepemimpinan baru harus memahami harapan dan keinginan pemilihnya. Ini tentu saja berlaku pada urusan domestik dan juga luar negeri,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Grigory Karasin, pada kantor berita Ria Novosti.

Sementara itu, dalam sebuah konferensi pers, Zelensky mengatakan jika ia akan melakukan penyegaran terkait pembicaraan damai dengan para separatis.

“Kami akan melanjutkan pembicaraan dengan Minks, kami akan menyegarkan pembicaraan itu,” katanya.

“Saya berfikir jika kami akan mengalami perubahan personal. Dalam semua kasus, kami akan melanjutkan pembicaraan Minsk dan menuju kesimpulan gencatan senjata,” katanya.

BACA JUGA: Suaka Assange Dicabut, Peretasan di Situs Pemerintah Ekuador Melonjak

Tanpa memiliki pengalaman politik sebelumnya, kampanye Zelensky fokus kepada perbedaanya dengan kandidat lain, dibandingkan mengusung ide kebijakan konkrit.

Meskipun, strategi itu mampu menghantarkannya untuk memenangi pemilihan putaran pertama dengan lebih dari 30 persen suara.

Raihan suara itu, dua kali lebih banyak dibandingkan perolehan Poroshenko pada putaran kedua dengan kisaran 15.95 persen.

Analis meyakini, jika gaya informal Zelensky serta janji untuk membersihkan politik di Ukrania, bertemu dengan keinginan pemilih, yang merasa kecewa dengan kebijakan negara di bawah Poroshenko.

BACA JUGA: 10 Satwa yang Terancam Punah Akibat Disantap Manusia

Menghindari taktik kampanye tradisional, Zelensky menyalurkan pesona di layar kaca, dengan menjanjikan pembasmian terhadap korupsi, serta melonggarkan cengkeraman kekuasaan oligarki di Ukrania.

Para ahli mengatakan jika pemilihnya, yang merasa frustasi dengan politisi dan kroninya, telah mendapatkan tenaga dengan pesan anti korupsi dan karismanya.

Namun ia juga menerima kritik, lantaran kurang pengalaman serta kedekatannya dengan sosok miliarder berkuasa, Ihor Kolomoyskyi.

Para kritikus telah menyampaikan keraguan atas kemampuannya menghadapi oligarki berpengaruh di negara itu, dan upayanya menentang Presiden Rusia Vladimir Putin.

BACA JUGA: Warga Rusia Protes Pembatasan Internet

Volodymyr Zelensky adalah aktor yang membintangi serial satir panjang berjudul “Servant of the People”, dimana ia memerankan karakter Presiden Ukrania.

Dalam pertunjukan itu, Ia memerankan seorang guru yang terpilih menjadi presiden, setelah berbagai sumpah serapahnya tentang korupsi menjadi viral di media sosial.

Ia dikisahkan maju di bawah naungan partai politik yang memiliki nama sama, dengan judul pertunjukannya.

Baca Juga

loading...