JATIMNET.COM, Surabaya – Empat orang tersangka prostitusi daring telah mengajukan penangguhan penahanan kepada Kepolisian Daerah Jawa Timur. Mereka adalah germo ES, TN, W dan artis VA.

"Empat tersangka sudah masuk (pengajuan permohonan penangguhan penahanan, red) dan menjadi bahan pertimbangan,” kata Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan di Surabaya, Minggu 10 Februari 2019.

BACA JUGA: Maulia Lestari Mengaku Tak Mengenal Muncikari Prostitusi Daring

Yusep mengatakan, dipertimbanngkannya penangguhan penahanan karena pihaknya masih melakukan pengembangan dengan mengejar beberapa daftar pencarian orang (DPO) untuk sempurnanya proses pembuktian jaringan bisnis pelacuran daring. Selain itu, juga untuk pemberkasan peristiwa 5 Januari dan rangkaiannya.

Hal itu, sesuai dengan yang disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, agar membuktikan secara obyektif dan subyektif terhadap pelaksanaannya mendasari pasal yang telah disangkakan, baik pasal 27 ayat 1 UU ITE maupun pasal 506 dan 296 KUHP.

BACA JUGA: Prostitusi Daring Juga Landa Ponorogo, Ini Tarifnya

"Untuk VA, sementara masih proses pemeriksaan dan membutuhkan yang bersangkutan. Kami juga harus melakukan konfrontasi satu sama lain," ujarnya.

Sementara mengenai perkembangan kasus itu, Yusep mengungkapkan, pihaknya telah memanggil beberapa artis dan mereka kooperatif untuk menyampaikan apa yang mereka ketahui dan alami mengenai pelacuran tersebut.

BACA JUGA: Polda Jatim Kebut Penuntasan Kasus Prostitusi Daring

Polda Jatim juga masih mengejar dua nama DPO lagi. Dua DPO ini, berkaitan dengan VA. Pasalnya, dari alat bukti yang ada, VA tidak hanya sekali, tapi melibatkan orang-orang yang saat ini DPO.

"Saat ini masih proses pencarian, data identitas sudah didapat. Mudah-mudahan secepatnya akan kita tangkap. Lokasi sudah diketahui walau masih dilakukan pengejaran," tuturnya.