Dindik Jatim Sarankan Pendaftaran PPDB Tidak di Satu Titik

Baehaqi Almutoif

Sabtu, 1 Juni 2019 - 19:55

JATIMNET.COM, Surabaya – Nirwan, walah satu wali murid sudah mengantre sejak pukul 05.00 WIB di SMAN 6 Surabaya, Sabtu 1 Juni 2019. Usaha ini dilakukan agar bisa mendapatkan nomor PIN dan titik tempat tinggal (maping).

Sehari sebelumnya, Nirwan terpaksa pulang kembali karena tidak bisa mengambil PIN dan maping sebab panitia hanya melayani wali murid yang mengambil antrean di hari sebelumnya.

Di SMAN 6 Surabaya, ia sengaja mengantar langsung anaknya untuk mengambil PIN dan melakukan pemetaan zonasi. Dirinya ingin memastikan anaknya mendapatkan PIN dan bisa mendaftar SMA.

BACA JUGA: PPDB Zonasi Pakai Google Maps, Pemeriksaan Alamat Memakan Waktu

"Ya kan ditangisi anak tidak tega. Nangis khawatir tidak mendapat PIN kemarin itu. Terus tanya-tanya ke SMAN 6 bisa ambil," katanya, Sabtu 1 Juni 2019.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Hudiyono tidak menampik sempat terjadi antrean di beberapa sekolah. Sebab itu, dirinya menyarankan agar wali murid tidak mengambil PIN dan melakukan pemetaan zonasi di satu sekolah saja.

Hudiyono memastikan pengambilan PIN dan pemetaan zonasi dapat dilakukan di sekolah manapun. Di seluruh fasilitas pendaftaraan PPDB jenjang SMA/SMK bisa dilakukan.

BACA JUGA: PPDB Zonasi, Wali Murid Bingung Soal Transparansi Kuota PIN

"Fasilitas yang menyediakan pelayanan cukup banyak, ada 23 tempat pelayanan (pendaftaran). Total hampir 50 sekolah lebih," kata Hudiyono usai meninjau Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA di SMAN 6 Surabaya.

Diakui pria yang juga menjabat Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setdaprov Jatim itu, sistem pendaftaran dengan menggunakan zonasi yang diterapkan untuk tahun ajaran 2019/2020 memang tergolong baru. Karenanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk menentukan jarak dengan sekolah.

Penentuan jarak untuk zonasi dengan menggunakan google map inilah yang membutuhkan proses. Sehingga ditengarai menimbulkan antrean.

BACA JUGA: PPDB SMA Surabaya Dimulai, Ambil PIN Dilakukan Senin Ini 

"Maping memang harus di sekolahan, tidak bisa di rumah. Karena harus ada kesepakatan antara wali murid dengan panitia," kata Hudiyono.

Untuk menghindari antrean cukup lama, Hudiyono menyarankan agar wali murid tidak terkonsentrasi di beberapa sekolah. Meskipun sekolah yang dituju terbilang jauh dari rumah, namun tetap bisa memproses pengambilan PIN dan maping.

Baca Juga

loading...