BSI Ambil 2.094 Sampel Lingkungan di Banyuwangi

Baehaqi Almutoif

Rabu, 27 Maret 2019 - 10:53

JATIMNET.COM, Mojokerto – PT Bumi Suksesindo (BSI) melalui Departmen Lingkungan telah mengambil 2.094 sampel lingkungan selama kuartal akhir 2018. Tujuannya untuk pemantauan internal perusahaan atas lingkungan di wilayah Banyuwangi.

"Ini merupakan tanggung jawab (lingkungan) menjadi salah satu pilar utama di area operasi kami di Tumpang Pitu, Banyuwangi," ujar Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono usai menghadiri Hari Bakti Rimbawan 2019 di Tahura Raden Soerjo Claket, Kabupaten Mojokerto, Selasa 26 Maret 2019.

Hasil sampel yang telah diambil kemudian ditindaklanjuti dengan kegiatan rehabilitasi. Sudarmono mengaku hingga saat ini pihaknya telah menanam pohon di lahan seluas 15,1 hektare. Diharapkan hal ini dapat menambah progres lahan tutupan di Jawa Timur.

BACA JUGA: Aksi Selasa Kliwonan, Jadi Tradisi Tolak Tambang Tumpang Pitu

Selain melakukan kegiatan pemantauan lingkungan secara rutin, departemen ini juga bertugas untuk melakukan kegiatan reklamasi. "Pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, taat hukum dan menerapkan prinsip-prinsip penambangan yang baik merupakan tekad kami," katanya.

Data Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur menyatakan luas hutan kritis di Jatim mencapai 1,5 juta hektare. Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur Dewi J. Putriatni menyatakan upaya penanganan hutan kritis tengah terus dilakukan. Ia mengaku setiap tahun kami lakukan penanganan dengan sipil teknis dan penanaman pada lahan kritis.

BACA JUGA: Jalan Panjang Budi Pego Mencari Keadilan

Penanaman di lahan kritis itu diharapkan meningkatkan produksi air dengan harapan bisa meningkatkan kualitas air di DAS Brantas. Sebab, sejauh ini kualitas air di DAS Brantas yang ada di wilayah hutan kritis hanya 50 persen.

Selain melakukan penanaman secara mandiri dan bersama pihak swasta, Dinas Kehutanan Jatim juga melakukan penanganan hutan kritis dilakukan dengan pemanfaatan hutan rakyat. Penanaman lewat hutan rakyat ini diklaim mampu meningkatkan tutupan lahan mencapai 40 persen dari luas wilayah Jatim.

Baca Juga

loading...