Berubah Fungsi, Pemkot Surabaya Tata Ulang Gedung Kesenian

Khoirotul Lathifiyah

Senin, 27 Mei 2019 - 14:34

JATIMNET.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan penataan ulang Gedung Kesenian yang berada di belakang gedung Hi-Tech Mall Kota Surabaya. Penataan dilakukan untuk mengembalikan fungsi aset yang dimiliki oleh pemkot.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiharti menyampaikan seharusnya kawasan Gedung Kesenian tersebut digunakan sesuai dengan peruntukannya.

"Misalnya peruntukannya kesenian, menjual makanan atau minuman, serta produk kesenian. Tapi nyatanya disalahgunakan oleh penghuni liar," kata Antiek saat diwawanacarai di Gedung Kesenian, Senin 27 Mei 2019.

BACA JUGA: Tren Belanja di Bulan Puasa

Ia menyampaikan kawasan tersebut telah digunakan masyarakat sebagai tempat tinggal, usaha pengacara, les atau bimbingan belajar, dan tempat jahit.

Antiek mengungkapkan sebanyak kurang lebih 108 orang yang tinggal di kawasan tersebut dan  90 persennya bukan warga asli Surabaya.

"Itu asetnya pemkot, mereka tidak membayar tapi kami harus menanggung beban air, listrik, dan sebagainya," kata dia.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Diminta Kelola Langsung Hi-Tech Mall

Ia menjelaskan agar tidak terjadi kesalapahaman pihaknya mengadakan sosialisasi hari ini ke warga setempat terkait rencana pemkot.

Kejaksaan Negeri Kota Surabaya menginformasikan agar semua warga yang tinggal di kawasan Gedung Kesenian mengosongkan area paling lambat tanggal 10 Juni 2019 mendatang.

"Mulai saat ini kami sudah melakukan penataan dan memindahkan kegiatan latihan kesenian di Balai Pemuda," kata Antiek.

Semenetara itu, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Arjuna Meghanada menyampaikan kegiatan sosialisai bertujuan untuk menjelaskan fungsi gedung tersebut.

BACA JUGA: Hi-Tech Mall Kembali akan Dikelola Swasta

"Dan yang paling utama pemkot akan menata kawasan yang sudah berubah fungsinya," kata Arjuna.

Dengan sosialisasi ini, pihaknya juga akan mengetahui dan mendengar aspirasi kasyarakat.

Ia menyampaikan, jika aspirasi dan pendapat yang disampaikan masyarakat sesuai dengan ketentuan pemerintah pihaknya akan berupaya untuk memfasilitasinya.

"Jadi kami tidak main hantam kromo, somasi, maupun tertibkan, kami dengarkan dulu maksud dan tujuan pemkot. Agar masyarakat jelas," kata Arjuna.

BACA JUGA: Hi-Tech Mall segera Masuk Tahapan Lelang

Dari hasil pertemuan ini, pemkot memberikan waktu 14 hari sebelum melakukan somasi pada 10 Juni mendatang.

"Nantinya barang-barang mereka (penghuni liar) harus sudah dikeluarkan oleh mereka," katanya.

Perlu diketahui, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pernah menyampaikan bahwa pihaknya berencana membuat museum kesenian di kawasan Hi-Tech Mall Kota Surabaya.

Baca Juga

loading...