Bawa Ganja 1 Kilogram, Mahasiswa UPN Diringkus BNN Surabaya

Khoirotul Lathifiyah

Minggu, 19 Mei 2019 - 21:56

JATIMNET.COM, surabaya - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya menangkap seorang bandar narkoba jenis ganja Irsyad Khamami, seorang mahasiswa  Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Surabaya.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa ganja seberat 1 kilogram atau setara dengan Rp 1,4 juta.

"Penyelidikan selama tiga hari ini, mulai Jumat hingga Minggu,” kata Plt Kasi Penindakan BNN Kota Surabaya, Kompol Damar Bastiar saat jumpa pers di Kantor BNN Ngagel Madya V Nomor 22 Surabaya, Minggu 19 Mei 2019.

BACA JUGA: Ganja 70 Kilogram Dimasukkan Ban Mobil Diselundupkan ke Bogor

Dalam mengungkap kasus ini, BNN Surabaya juga dibantu oleh BNN Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang memberikan bantuan teknis maupun personel.

Kompol Damar mengatakan, dalam penyelidikan juga dibantu oleh BNN Pusat dalam bidang informasi teknologi atau IT. Hal tersebut karena pengiriman narkoba tersebut melalui jasa pengiriman JNE.

"Perdagangan itu berdasarkan IT. Yang bersangkutan mengirimkan barang dari Jakarta mulai," kata Damar.

BACA JUGA: Legalisasi Ganja Medis di AS Justru Timbul Kepanikan

Ia menjelaskan, modus pengirim yang bersangkutan merupakan jaringan dari wilayah Aceh. Tersangka melakukan pemesanan dengan bandar penjual narkotika jenis ganja.

"Barang ini akan dikirimkan di daerah Injoko A Yani. Namun setelah sampai di sana, bukan rumah bersangkutan. Kemudian disuruh mengeembalikan oleh pengirim," ujarnya..

Ia mengungkapkan penangkapan bandar tersebut dilakukan ketika dalam perjalanan menuju Siwalankerto. Kualitasnya pun cukup bagus, baik dari daun-daun ganja yang tidak terurai maupun bubuknya.

BACA JUGA: ICJR Dorong Pemerintah Legalkan Ganja untuk Kesehatan

"Kami melakukan penangkapan di BRI kemudian melakukan penggeledahan di rumah tersangka dan ditemukan batang-batang dan biji ganja serta ganja yang sudah dimasukkan dalam botol kecil, juga bubuk," katanya.

Damar menambahkan, untuk bubuk ini belum diketahui jenis narkotita atau obat-obatan. Selain itu, ia juga menyampaikan tersangka merupakan pemakai sekaligus pengedar yang memasok di Wilayah Jatim.

"Untuk bubuk, kami periksakan di laboratorium forensik Mabespolri di Mapolda Jatim," kata dia.

BACA JUGA: Benarkah Ganja Lebih Aman Dibanding Alkohol, Ini Jawabannya

Dari pengakuan tersangka, ia sudah menjalankan bisnis ini selama setahun lebih. Selain dijual, abrang tersebut juga dikonsumsi sendiri dan menjelan Lebaran 2019 ini ternyata banyak pesanan.

"Dijual Rp 100 sampai Rp 200 ribu ke teman-teman kuliah. Sebulan sekali mengirim pesanan dan sudah berlangsung hampir satu tahun," kata dia.

Sedangkan untuk yang jenis bubuk dan daun, Irsyad menyampaikan bahwa jenis tersebut digunakan sendiri. Efeknya pun menjadi agarsantai dan memberi rasa kantuk. "Namanya bubuk daun keraton, dan gak terlalu menonjol efeknya," kata Damar.

Baca Juga

loading...