Yaman dan Amerika Serikat memiliki aturan paling longgar.

Aturan Membeli Senjata di Sembilan Negara

Dyah Ayu Pitaloka

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:45

JATIMNET.COM, Surabaya – Proses membeli dan memiliki senjata api di Selandia Baru bisa memakan waktu hingga mingguan atau bulanan. Sedangkan di Amerika Serikat (AS) prosesnya bisa diselesaikan kurang dari satu jam.

AS menjadi negara dengan kepemilikan senjata api terbanyak di dunia disusul Yaman, dilansir dari The New York Times, Mingu 17 Maret 2019.

Sejumlah negara menerapkan aturan berbeda tentang kepemilikan senjata api. Meskipun aturan yang dibuat seringkali dilanggar di beberapa negara.

Berikut sejumlah aturan membeli senjata di sembilan negara:

1.Amerika Serikat

Senjata bisa dibeli jika lulus dalam pemeriksaan yang mempertimbangkan latar belakang pembeli, seperti catatan kriminal, kekerasan domestik dan status imigrasi.

BACA JUGA: Teroris Christchurch Beli Senjata Online, Selandia Baru Ketatkan Aturan

Dalam membeli senjata, sejumlah negara bagian menerapkan aturan tambahan terkait latar belakang pembeli serta lamanya masa tunggu.

Hampir sepertiga pemilik senjata di Amerika tidak melakukan pengecekan latar belakang pemilik. Aturan Federal juga tidak meminta pengecekan latar belakang jika membeli dari pedagang privat.

2.Yaman

Pembeli cukup pergi ke pasar senjata untuk menemukan penjual dan membelinya.

BACA JUGA: Muhammadiyah dan NU Kecam Penembakan Masjid di Selandia Baru

Meskipun  Yaman memiliki aturan yang mewajibkan pembeli mendapatkan senjata dari penjual yang berlisensi dan didaftar oleh pemerintah, aturan ini kerap dilanggar.

3.Brazil

Brazil memiliki aturan bertingkat yang cukup panjang untuk membeli senjata api. Dimulai dari pernyataan mengapa membutuhkan senjata untuk membela diri.

Menyelesaikan kursus menembak dengan akurasi tembakan mencapai 60 persen dari jarak 16 hingga 23 kaki. Mendapatkan keterangan sehat mental dari psikolog.

BACA JUGA: Ini Motif Pelaku Penembakan di Selandia Baru

Mendapatkan sertifikat tidak dalam penyidikan kriminal dan tidak pernah terlibat tindakan kriminal. Membeli senjata. Mendaftarkan senjata ke Polisi Federal. Mengisi form online tentang pengiriman senjata dari diler ke tempat pembeli.

Brazil menerapkan sejumlah perizinan dalam hal yang berkaitan dengan perpindahan senjata api, termasuk perpindahan senjata api dari diler ke tempat pembeli baru.

Namun aturan ketat ini kini sedang terancam. Sebab Presiden Brazil Jair Bolzonaro sedang mempertimbangkan untuk menerapkan aturan yang lebih longgar di negara dengan kasus pembunuhan tertinggi di dunia itu.

4. Rusia

Proses membeli dan memiliki senjata api di Rusia dimulai dari memiliki lisensi berburu atau pernyataan mengapa membutuhkan senjata untuk melindungi diri.

BACA JUGA: Kominfo Tapis Ratusan Konten Video Penembakan di Selandia Baru

Calon pembeli juga harus lulus ujian terkait seperti bagaimana menggunakan senjata dan pertolongan pertama jika tertembak. Rekomendasi dokter tentang bebas dari gangguan mental atau penyalahgunaan obat terlarang.

Lulus dari kelas tentang keamanan menggunakan senjata, mengajukan lisensi kepemilikan senjata, dan lulus pengecekan latar belakang penjual senjata.

Namun banyak pembeli senjata di Rusia melewatkan proses ini. Kepemilikan senjata ilegal di Rusia diperkirakan jauh lebih banyak dibandingkan senjata legal dengan perbandingan 3 banding 1.

5. Austria

Hal pertama yang harus dilakukan untuk membeli senjata adalah membuktikan kondisi pembeli dalam keadaan terancam keselamatnnya.

BACA JUGA: Penembakan dalam Trem di Belanda, Polisi Tangkap Tersangka

Kemudian disusul sejumlah persyaratan lain seperti tidak memiliki catatan kriminal, mengisi survei kesehatan mental serta ujian psikologis dan fisik, menyelesaikan kursus penggunaan dan penyimpanan senjata api yang aman, memiliki penyimpanan senjata api, membeli senjata dan menunggu tiga hari untuk mulai menggunakan senjata.

Tahap terakhir disebut tahap pendinginan untuk mencegah kemungkinan penggunaan senjata baru untuk tujuan kekerasan.

6. Australia

Calon pembeli harus bergabung dengan klub menembak atau berburu, atau memiliki dokumen sebagai kolektor senjata. Menyelesaikan kursus penggunaan senjata api yang aman serta lulus tes tulis dan praktik.

Setelah itu mereka harus memiliki tempat penyimpanan senjata api dengan spesifikasi sesuai aturan. Lulus dalam tes yang mempertimbangkan catatan kriminal, kekerasan domestik, serta catatan penangkapan baik dari hasil uji sendiri maupun wawancara yang dilakukan petugas di lingkungan sekitar.

BACA JUGA: Kemlu Bantu Keluarga Korban Penembakan Christchurch

Mengajukan izin kepemilikan senjata disertai spesifikasinya. Menunggu sekitar 28 hari dan kemudian membeli senjata sesuai dengan spesifikasi yang telah mendapatkan izin.

Kepemilikan senjata di Australia menjadi hak istimewa pasca insiden penembakan massal di tahun 1996.

Pemilik senjata harus memiliki alasan valid misalnya untuk kebutuhan pertanian atau berburu, dan klub menembak juga harus melaporkan anggota yang tak aktiv

7.India

Langkah membeli senjata diawali dengan bergabung menjadi anggota klub menembak atau menunjukkan adanya ancaman atas propertinya disusul dengan mengikuti kelas pelatihan menembak.

BACA JUGA: Indonesia Kecam Aksi Penembakan di Masjid Christchurch

Kemudian calon pembeli harus mendapatkan sertifikat bebas gangguan jiwa dari dokter. Menyatakan memiliki tempat yang aman untuk menyimpan senjata.

Mereka juga harus lulus dalam review serta wawancara yang melibatkan keluarga dan tetangga, yang mempertimbangkan bebas tanggungan pajak pendapatan selama tiga tahun terakhir, catatan kriminal, catatan gangguan mental, kekerasan domestik.

Pembelian senjata bisa dilakukan jika mampu memenuhi seluruh catatan tersebut.

Dalam praktiknya, pemerintah India menyita senjata selama pemilihan berlangsung untuk menjaga keamanan dan mengembalikan senjata seminggu setelah hasil diumumkan.

8.Cina

Pembelian senjata bisa dilakukan jika memenuhi sejumlah persyaratan.

BACA JUGA: Kata AS Setelah Indonesia, Cina, Ethiopia Kandangkan Boeing

Dimulai dengan menyatakan alasan untuk memiliki senjata api, memiliki tempat penyimpanan senjata di wilayah yang jauh dari pemukiman, menunjukkan kemampuan menggunakan dan menyimpan senjata dengan aman, lulus pengecekan yang mempertimbangkan catatan gangguan mental, kriminal dan kekerasan domestik.

Di Cina pemilik senjata dilarang menyimpan senjata di dalam rumah. Senjata harus disimpan di tempat lain yang telah mendapatkan izin.

9.Selandia Baru

Pertama calon pembeli harus melakukan pengecekan latar belakang yang meliputi catatan kriminal, medis, kesehatan mental dan catatan kekerasan domestik.

Kemudian menyediakan sejumlah referensi. Pihak berwenang akan melakukan wawancara pada kerabat terdekat, lulus inspeksi keamanan terkait penyimpanan senjata api yang layak, mengambil kelas keamanan bersenjata api, menunggu lisensi kepemilikan senjata api yang terkadang mencapai hitungan bulan.

BACA JUGA: Senjata Alien Ditemukan di Makam Tutankhamun

Jika semua terselesaikan senjata bisa dibeli.

Namun pasca penembakan yang menewaskan 50 jemaah di dua masjid, Selandia Baru akan memperketat aturan kepemilikan senjata. Termasuk ijin khusus terkait kepemilikan senjata api jenis otomatis dan pistol.

Baca Juga

loading...