Aktris Veteran Prancis Perankan Film Bertema Radikalisasi Islam

Dyah Ayu Pitaloka

Rabu, 13 Februari 2019 - 18:16

JATIMNET.COM, Surabaya – Aktris veteran Prancis Catherine Deneuve bawakan peran inspiratif dalam film yang berkisah tentang upaya Radikalisasi Islam, “Farewell to the Night”.

Di dunia nyata lebih dari 5.000 orang Eropa telah bergabung dengan ISIS di Suriah, sekitar 1.500 di antaranya telah kembali hingga tahun lalu.

"Karakter dalam film ini jelas merupakan perempuan cerdas, tapi juga sangat toleran, dia bukan orang yang menghakimi, tapi berusaha memahami," kata Deneuve dalam konferensi pers seperti dikutip dari Reuters, Rabu 13 Februari 2019.

Dalam film yang diputar perdana di Festival Film Berlin Selasa 12 Februari 2019, Deneuve memerankan karakter bernama Muriel yang berupaya menghentikan cucunya bergabung dengan ISIS di Suriah.

BACA JUGA: Grammy Awards 2019 Bocorkan Sosok Dibalik Jin Biru Aladdin

Kehidupan Muriel yang tenang di sebuah peternakan kuda di desa Prancis beriak ketika Alex sang cucu berkunjung. Muriel membesarkan Alex setelah ibunya meninggal akibat kecelakaan. Dia mampir ke peternakan untuk mengucapkan selamat tinggal sebelum pergi bekerja di Kanada. Dalam kunjungan singkat itu, Muriel mengetahui bahwa cucunya telah jadi mualaf melalui kekasihnya Lila.

Muriel, yang lahir di Aljazair, menerima agama baru cucunya dan berusaha memahaminya. Namun dia kemudian mengetahui Alex berencana pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Hatinya goyah antara ingin meyakinkannya untuk tidak pergi dan meminta pihak berwenang melakukan intervensi.

Muriel pun dikisahkan meminta bantuan pada mantan radikalis yang kembali ke Prancis setelah mencoba tinggal di Suriah selama beberapa waktu.

BACA JUGA: Film "A Man Called Ahok" Dipesan Negeri Jiran

Di film ini, Alex digambarkan kurang begitu memahami Islam atau situasi politik di Suriah. Internet adalah sumber utama mencari informasi tentang agama. Bagi Alex dan Lila, kehidupan setelah mati adalah yang paling pantas dijalani.

"Inti dari film ini adalah bagaimana perempuan ini secara tiba-tiba bisa menemukan cara untuk menolong cucunya di mana dia menemukan dia telah memihak sisi lain," kata sutradara Andre Techine.

Melalui film tersebut Techine ingin mengajak penonton bertanya pada diri sendiri tentang apa yang akan dilakukan ketika berada pada kondisi yang sama.

BACA JUGA: Film Surau dan Silek Pukau Penonton di Bulgaria

Menurutnya banyak dialog dalam karakter-karakter film diambil dari wawancara dengan mantan radikalis. "Ini sebenarnya kata-kata mereka sendiri... Saya ingin kata-kata itu didengar penonton," kata dia.

Lebih dari 5.000 orang Eropa, kebanyakan dari Inggris, Prancis, Jerman dan Belgia, telah bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak, sekitar 1.500 orang telah kembali, kata kantor polisi Eropa tahun lalu. (Ant)

Baca Juga

loading...