Logo

Akses Gang Sempit hingga Warga Berebut Selang, DPKP Surabaya Ungkap Kendala Pemadaman Kebakaran

Reporter:,Editor:

Sabtu, 04 July 2026 10:02 UTC

Akses Gang Sempit hingga Warga Berebut Selang, DPKP Surabaya Ungkap Kendala Pemadaman Kebakaran

Sejumlah hidran yang ada di kampung Pulo Wonokromo disiapkan untuk antisipasi kebakaran di perkampungan padat penduduk di Surabaya, Sabtu, 4 Juli 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengungkapkan berbagai tantangan yang masih dihadapi petugas saat menangani kebakaran di kawasan permukiman padat. Selain faktor cuaca, hambatan terbesar berasal dari akses menuju lokasi kejadian yang kerap menyulitkan pergerakan armada pemadam.

Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kota Surabaya, M. Rokhim, mengatakan petugas sering menemukan gang dengan lebar terbatas sehingga mobil pemadam tidak dapat menjangkau titik kebakaran. Kondisi tersebut diperparah oleh kendaraan yang diparkir di dalam gang, keberadaan portal permukiman, hingga informasi lokasi dari pelapor yang terkadang tidak sesuai dengan titik kebakaran sebenarnya.

"Kadang share lokasinya kurang pas, jadi harus balik karena beda gang. Parkir, portal, dan lain-lain," kata Rokhim, Sabtu, 4 Juli 2026.

BACA: Dua Gudang Mebel di Benowo Surabaya Terbakar

Menurutnya, berbagai kendala tersebut menyebabkan waktu tempuh armada menjadi lebih lama. Akibatnya, upaya penanganan kebakaran berisiko terlambat, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kepadatan bangunan tinggi sehingga api berpotensi lebih cepat merambat.

"Selain itu, lokasi gang yang sempit yang membuat mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke lokasi kebakaran," jelasnya.

Rokhim menambahkan, tantangan di lapangan tidak hanya berkaitan dengan akses menuju lokasi. Kepanikan warga saat kebakaran terjadi juga kerap menghambat proses pemadaman. Dalam sejumlah kejadian, petugas mendapati warga berebut memegang selang pemadam demi mengarahkan semprotan air ke rumah masing-masing.

BACA: Damkar Surabaya Soroti Kendala Pemadaman di Kampung Padat, Delapan Hidran Lingkungan Disiagakan 

"Kadang-kadang warga tidak sabaran, malah merebut selang untuk rumahnya sendiri ini yang membahayakan karena tekanan selang pemadam kebakaran ini cukup kencang jika tidak kuat akan mudah terbanting atau bahkan arahnya tidak sesuai untuk memadamkan api," ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tetap tenang ketika terjadi kebakaran dan tidak mengganggu proses penanganan yang dilakukan petugas. Menurut Rokhim, koordinasi yang baik antara warga dan personel pemadam menjadi kunci agar proses pemadaman berlangsung lebih cepat, aman, dan efektif.

"Koordinasi yang baik antara warga dan petugas sangat diperlukan agar proses pemadaman dapat berjalan lebih cepat, aman, dan efektif, sehingga api tidak meluas ke bangunan lain," tegasnya.