JATIMNET.COM, Jakarta - Akademi Apple (Apple Developer Academy) memasuki Graduation fair pertama yang melahirkan 200 mahasiswa terlatih, Selasa 12 Maret 2019.

Bekerja sama dengan Universitas Binus sejak 2018 lalu, akademi ini melatih ratusan mahasiswa tersebut untuk meningkatkan kreativitas pengembangan aplikasi di bidang digital yang dapat menjawab permasalahan sehari-hari.    

“Selamat kepada ratusan mahasiswa yang lulus hari ini (kemarin, red), kalian pantas mendapatkan masa depan Indonesia yang lebih baik," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di BSD City, Tangerang, Banten, Selasa 12 Maret 2019.

BACA JUGA: Sengketa Paten Apple dan Qualcomm

Rudiantara mengatakan Indonesia saat ini membutuhkan peningkatan talenta sumber daya manusia (SDM) di bidang digital.

Menurutnya, hasil survei global menunjukkan kebutuhan talenta digital dari level teknisi, engineer, hingga manajerial masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan industri.  

Oleh karena itu, Kementerian Kominfo telah mendorong perusahaan teknologi global seperti Apple, Microsoft, Cisco hingga Google yang dinilai memiliki silabus baik untuk memberikan ilmunya kepada masyarakat Indonesia.

Kehadiran akademi ini pun menjadi salah satu alternatif dari nilai tambah yang bisa diberikan industri digital dalam pengembangan human capital di Indonesia.

BACA JUGA: Kemenperin Akselerasi Lulusan Akademi Apple Rebut Pasar Digital

“Sejak tahun 2015 saat saya ke Silicon Valley, saya sudah bernegoisasi agar Apple segera hadir di Indonesia karena Indonesia terbuka terhadap bisnis internasional maupun investasi global yang bisa memberikan nilai tambah terutama untuk human capital di Indonesia,” ujarnya seperti dilansir dari laman Kementerian Kominfo..

Menteri Kominfo yakin dengan menggunakan sistem “studi tiru” yang serupa dengan studi banding dapat mempercepat peningkatan keterampilan SDM Indonesia di bidang digital.

Ia percaya, kehadiran Apple Developer Academy bisa menjadi salah satu jalan agar Indonesia bisa melahirkan kota talenta digital ke-4 di dunia setelah San Fransisco, Bangalore dan Beijing.

Dalam kesempatan yang sama, Apple’s Vice President of Environment Policy and Social Initiatives, Lisa Jackson, mengatakan bahwa konsep aplikasi yang diberikan dari para mahasiswanya sangat menginspirasi dan membawa dampak perubahan kepada masyarakat.

BACA JUGA: Apple Rilis Layanan Video dan TV Berlangganan?

Apalagi, menurutnya mahasiswa-mahasiswinya juga akan turut berkontribusi bagi masa depan teknologi di Indonesia.

“Ini merupakan bukti baik dari komitmen dan keterampilan para siswa, maupun bahawa pemrograman Swift yang sederhana namun kuat. Saya ingin menyampaikan selamat kepada semua siswa yang lulus hari ini,” ujar Lisa Jackson.

Tahun ini, perusahaan Apple mulai mengembangkan Developer Academy lainnya di Indonesia, seperti akademi kedua di Surabaya bekerja sama dengan Universitas Ciputra. Pada akhir bulan Maret ini Apple juga akan membuka kembali kelas tahun kedua Apple Developer Academy bersama Universitas Binus.