Keduanya saling tuduh mencuri paten

Sengketa Paten Apple dan Qualcomm

Nani Mashita
Nani Mashita

Selasa, 5 Maret 2019 - 15:54

JATIMNET.COM, Surabaya – Sengketa paten Apple dan Qualcomm memasuki babak baru. Persidangan soal tuduhan Qualcomm soal pelanggaran paten oleh Apple akhirnya dimulai.

Qualcomm, yang memasok chip dan modem untuk sebagian besar industri ponsel, mengatakan Apple melanggar tiga patennya di beberapa versi iPhone populer.

Perusahaan pembuat chip itu menuntut ganti rugi USD 1,41 untuk seriap iPhone yang melanggar paten dan dijual di periode 2017-2018. Dipastikan tuntutan Qualcomm bernilai puluhan juta dolar meskipun belum ada angka yang disebutkan.

BACA JUGA: Resmi Diluncurkan, Xiaomi Mi 9 Pakai Chipset Terbaru Qualcomm

"Qualcomm, meskipun tidak membuat smartphone tapi mengembangkan banyak teknologi di smartphone," David Nelson, pengacara utama yang mewakili Qualcomm,dilansir dari www.cnet.com, Selasa 5 Maret 2019.

Adapun paten yang diduga dilanggar oleh Apple adalah paten yang memungkinkan ponsel cerdas itu terhubung dengan cepat ke internet setelah perangkat dihidupkan. Kedua, paten terkait pemrosesan grafis dan usia baterai.

Paten ke tiga adalah yang memungkinkan aplikasi mengunduh data dengan lebih mudah dengan mengarahkan lalu lintas antara prosesor, aplikasi dan modem.

BACA JUGA: Pendiri Apple Galau Pabriknya Tak Punya Ponsel Lipat

Nelson mengatakan teknologi dalam paten itu "mendasar" bagi pekerjaan perusahaan, jauh sebelum didaftarkan.

Namun Apple mengklaim Qualcomm mencuri ide itu dari insinyur Apple saat itu, Arjuna Siva. Apple menyebut Siva sempat mendiskusikan idenya dengan insinyur di Qualcomm lewat surel.

"Yang ini benar-benar tuduhan paling keterlaluan dalam kasus ini. Mereka mengambil ide itu dari kami dan berlari ke kantor paten," kata Juanita Brooks, penasihat utama untuk Apple.

BACA JUGA: Desain Ponsel Lipat Apple Dipatenkan

IPhone pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007. Perusahaan baru menggunakan chip Qualcomm untuk konektivitas jaringan di tahun 2011. Pada 2016, perusahaan mulai menggunakan modem Intel dalam beberapa model iPhone 7 dan 7 Plus.

Sekarang, Apple memilih modem Intel dibandingkan Qualcomm di semua telepon terbarunya.

Pertarungan antara Apple dan Qualcomm dimulai dua tahun lalu. Komisi Perdagangan Federal, dibantu oleh Apple dan Intel, menuduh Qualcomm mengoperasikan monopoli dalam chip modem.

Agensi tersebut berpendapat bahwa tarif royalti yang tinggi dari Qualcomm menghentikan pesaing untuk memasuki pasar sekaligus merugikan konsumen karena naiknya harga ponsel.

Baca Juga

loading...