Ahmad Dhani Tolak Surat Dakwaan dalam SIdang Kedua

M. Khaesar Januar Utomo

Selasa, 12 Februari 2019 - 10:45

JATIMNET.COM, Surabaya – Musisi sekaligus politisi Ahmad Dhani keberatan dengan status penahanannya selama menjalani persidangan di Surabaya. Sebab selama mengikuti persidangan dengan kasus ujaran kebencian dia menjalani penahanan di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

“Kami menyayangkan status Dhani sebagai tahanan di Surabaya,” kata kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahardian Megantara dalam sidang dengan agenda pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa 12 Februari 2019.

Sejak kedatangan Dhani di Surabaya langsung dijebloskan ke dalam tahanan. Padahal pencipta lagu, musisi, produser, sekaligus penyanyi itu belum pernah dijadikan tahanan. Terlebih Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Sunarta meminta Dhani untuk mengenakan baju tahanan selama menjalani sidang di Surabaya.

BACA JUGA: Mulan Jameela Bawakan Ayam Goreng Untuk Ahmad Dhani

Aldwin dalam membacakan eksepsinya juga mengajukan dua tuntutan lain. Pertama masalah surat dakwaan dan kedua terkait pasal yang disangkakan kepada kliennya.

“Kami juga meminta agar surat dakwaan itu formal dan lengkap. Karena di dalam surat dakwaan itu tidak tertulis tanggal, hanya bulan Februari dan tahun 2019,” lanjutnya.

Terkait dengan dakwaan dengan pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI No 19 tahun 2016 tentanga perubahan atas undang undang No 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Seharusnya yang melaporkan Dhani itu individu yang namanya tercemar, bukan kelompok, organisasi, atau koalisi. Begitu juga dengan obyek yang disebut klien kami tidak ada. Siapa yang disebut idiot, tidak ada,” tegas Aldwin.

BACA JUGA: Sidang Berikutnya, Ahmad Dhani Pakai Rompi Tahanan

Dhani tiba di PN Surabaya sekitar pukul 09.00 WIB. Pria kelahiran Surabaya itu turun dari mobil tahanan dengan mengenakan celana khaki dipadu baju putih dan songkok hitam. Dalam 25 menit dia sudah masuk Ruang Sidang Cakra untuk menjalani sidang kedua.

“Saya bukan tahanan,” tegas Dhani yang datang tidak mengenakan baju tahanan kejaksaan. Bapak empat anak itu memprotes penegak hukum yang menjadikannya obyek tahanan, yang selama ini belum diputuskan.

Ketua sidang R Anton Widyopriyono menyudahi sidang dengan agenda eksepsi tepat pukul 10.30 setelah memulai pada pukul 09.25 WIB.

Baca Juga

loading...