Selama Menjalani Proses Hukum di Surabaya

Ini Beberapa Kaus yang Dikenakan Ahmad Dhani 

M. Khaesar Januar Utomo
M. Khaesar Januar Utomo

Kamis, 7 Februari 2019 - 14:58

JATIMNET.COM, Surabaya – Kontroversial. Itulah kerap dilakukan Ahmad Dhani Prasetyo. Musisi sekaligus politisi dari Partai Gerindra itu kerap menjadi buah bibir baik karya, tingkah, gaya pakaian, maupun ucapannya.

Ini dia tunjukkan selama menjalani proses hukum di Surabaya. Kedatangan perdananya di Polda Jatim langsung mencuri perhatian. Dia mengenakan kaus hitam bertuliskan #2019GantiPresiden, pada 1 Oktober 2018.

Kedatangan perdana di Polda Jatim yang beralamat di Jalan A.Yani Surabaya itu berkaitan dengan laporan ujaran kebencian atau hate speech. Dia dilaporkan Koalisi Bela NKRI terkait vlog yang dia buat di Hotel Majapahit, 26 Agustus 2018.

BACA JUGA: Berkas Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Dhani tidak berhenti membuat kontroversi. Lagi-lagi dia mendatangi Polda Jatim Rabu 24 Oktober 2018. Kali ini bukan laporan ujaran kebencian.

Dia menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan penipuan dan penggelapan dengan korban Moh Zaini Ilyas, warga Berbek III RT 003/ RW 002, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Kedatangannya mengenakan kaus bertuliskan kalimat tauhid. Sementara pada saat itu tengah panas-panasnya pembakaran bendera HTI di Garut.

Sehari berikutnya dia menjalani pemeriksaan ujaran kebencian di Polda Jatim. Pada kedatangan ketiga ini dia mengenakan kaus bertuliskan American Idiot. Kaus itu merujuk pada album grup band asal Amerika Serikat, Green Day.

“Saya pakai baju ini bukan karena saya dijadikan tersangka karena ucapan saya yang idiot itu,” jelasnya Dhani kepada awak media, Kamis 25 Oktober 2018.

BACA JUGA: Benarkah Dhani Mengidolakan Greenday

Dia mengaku Green Day adalah salah satu grup band pujaannya. Namun jika merujuk dari seluruh album grup band yang dia dirikan, Dewa, semua lagu merujuk pada grup band asal Inggris, Queen.

Mengawali tahun 2019 ini lagi-lagi bapak empat anak itu membuat sensasi. Dia mengenakan kaus Tahanan Politik saat mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya 7 Februari 2019.

Dia menjalani sidang berkaitan kasus ujaran kebencian atau hate speech. Namun statusnya sebagai tahanan terkait pencemaran nama baik yang sudah divonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Tahanan Politik dikeluarkan oleh Presiden RI kedua, Soeharto. Status itu disematkan bagi warga negara yang terlibat dengan partai terlarang PKI. Status itu kembali disematkan Presiden Soeharto kepada Budiman Sujatmiko cs, yakni Dita Indah Sari, Kun Husein Pontoh, M.Soleh dan Sri Bintang Pamungkas serta beberapa tokoh reformasi 1998 lainnya.

Baca Juga

loading...