JATIMNET.COM, Surabaya – Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian Ahmad Dhani Prasetyo bakal mengenakan rompi tahanan dalam sidang selanjutnya. Pemakaian rompi tahanan ini untuk menyamakannya dengan tahanan lain.

Pada sidang perdana, Kamis 7 Februari 2019, musisi ini memakai kaos bertuliskan “Tahanan Politik” dan menjadi perbincangan karena terdakwa kasus-kasus lainnya mengenakan rompi tahanan.

Kepala Kejaksaksaan Tinggi (Kajati) Jatim Sunarta menilai, pemakaian rompi tahanan untuk terdakwa memang sudah prosedurnya. "Ssidang yang kedua parti pakai rompi tahanan," kata Sunarta, Jumat 8 Februari 2019.

BACA JUGA: Jalani Sidang Perdana, Ahmad Dhani Pakai Kaos Tahanan Politik

Sunarta mengaku, pada saat sidang perdana lalu jaksa tidak membawa rompi tahanan karena dari bandara langsung menuju ke pengadilan sehingga jaksa tidak membawa rompi.

Sunarta menegaskan jika status Ahmad Dhani bukan tahanan politik seperti yang tertulis di kaosnya. "Bukan, bukan tahanan politik, itu hanya pidana biasa," ucapnya.

Mantan Kajati NTT ini menambahkan, Ahmad Dhani Prasetyo diperlakukan sama seperti tahanan lainnya. Ia ditahan di Rutan Klas 1 Surabaya hingga kasusnya di Surabaya kelar.

BACA JUGA: Ini Beberapa Kaus Yang Dikenakan Ahmad Dhani 

Sekadar diketahui, Ahmad Dhani Prasetyo dilaporkan oleh Koalisi Bela NKRI ke Polda Jatim terkait kasus ujaran kebencian. Videonya yang melontarkan ucapan 'idiot' kepada kelompok massa yang kontra #2019GantiPresiden itu menjadi viral di media sosial. Suami Mulan Jamela ini dijerat dengan Undang-Undang ITE.

Saat itu, politikus Partai Gerindra tersebut tertahan di hotel karena massa penolak deklarasi #2019GantiPresiden menggelar aksi penghadangan di depan hotel. Akibatnya, Dhani tidak bisa bergabung dengan massa deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan.