Aeroflot-Sukhoi Rusia Terbakar Saat Mendarat, 41 Penumpang Meninggal

Dyah Ayu Pitaloka

Senin, 6 Mei 2019 - 14:21

JATIMNET.C OM, Surabaya – 41 penumpang tewas dalam pendaratan darurat pesawat Sukhoi milik maskapai Aeroflot di Bandara Sheremetyevo Rusia.

Penyintas menduga jika pesawat itu tersambar halilintar, namun kantor penerbangan nasional Rusia mengatakan jika pesawat kembali ke bandara karena kendala teknis.

Dua anak termasuk dalam korban yang meninggal. Pesawat membawa 73 penumpang dan lima kru.

Laporan awal menyatakan jika pesawat mendarat dalam kondisi terbakar, namun sumber yang dikutip kantor berita Rusia menyebutkan jika api muncul akibat pendaratan yang kasar.

BACA JUGA: Penerapan Tiket Batas Bawah tidak Pengaruhi Garuda

Pesawat mendarat dengan tangki bahan bakar terisi penuh karena kru kehilangan kontak dengan petugas pengawasan lalu lintas udara Moskow, dan memutuskan terlalu berisiko untuk membuang bahan bakar di udara sebelum mendarat, kata Interfax.

“Ada 37 penyintas, - 33 penumpang dan empat kru,” kata Yelena Markovskaya, petugas yangterlibat dalam penyelidikan kecelakaan.

Seorang pramugari dilaporkan tewas dalam kecelakaan itu. Lima orang dirawat di rumah sakit. Seorang saksi mengatakan jika selamat dari pesawat itu adalah sebuah “keajaiban”.

Pesawat berjenis Superjet 100 Sukhoi, meninggalkan bandara pukul 18:02 waktu setempat menuju Murmansk, dikutip dari Bbc, Senin 6 Mei 2019.

BACA JUGA: Begini Situasi Kokpit Pesawat Lion Air JT610 Sebelum Jatuh

Kru pesawat mengirim sinyal gangguan ketika “malfungsi” terjadi dalam cuaca buruk, segera setelah pesawat lepas landas.

Setelah melakukan pendaratan darurat di bandara, mesin pesawat terbakar di landasan, kata Aeroflot, seraya menambahkan jika kru pesawat “melakukan apapun untuk menyelamatkan penumpang”.

Petr Egorov, seorang penumpang yang selamat mengatakan kepada koran Komsomolskaya Pravda, pesawat “baru saja terbang ketika tersambar petir,” katanya sambil menambahkan, “pendaratannya sangat kasar-saya hampir pingsan karena ketakutan,”.

Aeroflot menerbitkan daftar penyintas yang telah teridentifikasi.

BACA JUGA: Boeing Kenalkan Pesawat Penumpang Terpanjang di Dunia

Gubernur Murmansk Andrey Chibis melaporkan jika keluarga korban yang meninggal akan menerima satu miliar rubles (USD 15.300), sedangkan korban yang dirawat di rumah sakit akan menerima 500 ribu rubles (USD 7.650).

Seorang penumpang yang selamat Mikhail Savchenko mengklaim jika ia berada di pesawat ketika jet itu berubah menjadi bola api saat menyentuh landasan, namun berhasil selamat dengan “melompat keluar”.

Ia mengunggah video berisi penumpang yang lari dari pesawat yang terbakar, “Kawan saya baik-baik saja, saya hidup dan utuh,”.

BACA JUGA: Pesawat Tempur F-16 A/B Diupgrade Senjata Canggih

Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Wilayah Murmansk mengumumkan masa berkabung selama tiga hari.

Baca Juga

loading...