Pesawat Tempur F-16 A/B Diupgrade Senjata Canggih

Nd. Nugroho

Sabtu, 16 Maret 2019 - 17:45

JATIMNET.COM, Magetan – Para teknisi dari TNI Angkatan Udara dan PT Dirgantara Indonesia sedang melakukan upgrade pesawat tempur F-16 A/B Block 15 di hanggar Skadron Teknik (Skatek) 042 Lanud Iswahjudi, Kabupaten Magetan.

Pekerjaan itu merupakan rangkaian proyek Enhanced Mid-Life Update  (EMLU) – The Falcon STructural Augmentation Rodmap (Falcon STAR) .

Komandan Skatek 042 Lanud Iswahjudi, Mayor Tek Agustinus Subagio mengatakan, ada sejumlah kegiatan dalam meremajakan pesawat F-16 dari pabrik Lockheed Martin Amerika Serikat tersebut. Kegiatan itu di antaranya, pencopotan panel dan komponen pesawat, monitoring, dan evaluasi. “Pekerjaan ini sudah berlangsung sejak akhir 2017,”kata Agustinus belum lama ini.

Hingga kini, sebanyak empat dari sepuluh pesawat F-16 A/B sudah ditangani. Proses upgrade satu di antaranya dijadwalkan rampung pada Juni hingga Juli mendatang. Setelah menjalani pemeliharaan secara total, jet tempur yang mulai mengisi Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi sejak 1989 itu akan memiliki usia terbang lebih panjang.

BACA JUGA: T 50i Golden Eagle dan F 16 Asah Skill Terbang Malam

“Bisa 15, 20 bahkan 25 tahun ke depan,” ujar Subagio sembari menyatakan bahwa pemeliharaan untuk memperpanjang usia pakai termasuk dalam bagian program EMLU.

Sedangkan program Falcon STAR, ia melanjutkan, bertujuan meningkatkan kemampuan avionik pesawat. Adapun sistem avionik yang diperbaharui, seperti pemasangan Rudal Beyond Range yang memiliki jangkauan lebih dari 30 kilometer. Juga, Fire Control Radar dan JDAM (Joint Direct Attack Munitio) yang merupakan bom dengan dilengkapi pemandu laser.

“Sebenarnya, ini merupakan dua kegiatan yang dijadikan satu untuk lebih efisiensi waktu. Biar sama dengan negara tetangga,” ujar Subagio.

Pelaksanaan proyek itu, kata dia, dilalakukan secara bertahap hingga beberapa tahun mendatang. Sepuluh pesawat F-16 A/B yang dibeli Indonesia lewat program ‘Peace Bima Sena’ akan diperbaharui. Terkait tentang pengadaan spare part, ada dua tipe kontrak dalam proyek EMLU-Falcon STAR.

BACA JUGA: Singapura Belanja Pesawat Tempur, Pengamat Cina Sebut Lumrah

Pertama menggunakan mekanisme dengan mitra alias Direct Commercial Sales (DCS) dan Foreign Military Sales (FMS) atau Government to Government. “Seluruh peralatan didatangkan langsung dari Amerika,” ujar Subagio.

Karena itu, proses distribusi ini menjadi salah satu kendala lantaran sering mengalami keterlambatan.

Kendala lain, Subagio yang juga menjabat sebagai Sekretaris Proyek EMLU-Falcon STAR menyatakan karena faktor sumber daya manusia. Terlebih, proses perawatan dalam skala level berat baru pertama dilakukan di tingkat Skadron Teknik. “Di luar negeri, proyek semacam ini masuk dalam depot maintenance,” ucap dia.

Subagio lantas mencontohkan proyek serupa pada F-16 C/D yang dijalankan di Depot Luke Airforce Base Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Pekerjaan yang dijalankan berlangsung selama 14 bulan. Maka, untuk memperlancar peremajaan F-16/AB di Skatek Lanud Iswahjudi didatangkan dua supervisor dari Lockheed Martin Amerika Serikat.

Baca Juga

loading...