Selasa, 24 February 2026 06:00 UTC

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saa meninjau koral hias yang telah menembus pasar eropa. Foto: Humas Pemkab
JATIMNET.COM, Banyuwangi – Koral hias dari Kabupaten Banyuwangi semakin memikat pasar luar negeri. Budidaya hasil laut ini telah menembus pasar Asia, Amerika hingga Eropa.
Di negara tujuan, koral-koral tersebut digunakan sebagai pengisi akuarium laut rumahan yang banyak digandrungi penghobi dari berbagai negara.
I Ketut Sukandi, pemilik Sri Kandi Aquarium mengatakan bahwa untuk memenuhi permintaan ekspor, pihaknya membudidayakan 39 jenis koral.
Dua di antaranya menjadi primadona, yakni Euphyllia dan Acropora karena memiliki banyak varian warna yang eksotis.
"Penanaman kami lakukan di laut. Untuk kebutuhan ekspor, biasanya dipanen antara usia tiga bulan hingga dua tahun, sesuai permintaan pasar,” Sukandi, Selasa, 24 Februari 2026.
BACA: Investasi dan Ekspor Dukung Pertumbuhan Ekonomi di Jatim Hingga 5,12 Persen
Sebelum diekspor, koral-koral yang telah dipanen, di-display dan disiapkan di dalam akuarium. Di tempat ini terdapat 20 akuarium air laut yang masing-masing menampung 200 koral siap ekspor.
Masing-masing akuarium dilengkapi dengan sistem sirkulasi air dan sinar Ultra Violet (UV) yang memadai.
Sukandi menceritakan, usahanya telah mendapat izin dari kementerian untuk ekspor sejak 2011. “Permintaan terus bertambah. Saat ini pasar terbesar kami adalah China, Amerika Serikat dan Eropa,” ungkapnya.
Dalam satu kali ekspor, Kandi mampu mengirim 200 hingga 1.200 pieces koral dengan nilai sekira USD 6000.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi upaya pengembangan koral budidaya tersebut. Menurutnya, ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun, juga mendukung upaya konservasi karena menggunakan sistem budidaya, dan tidak mengambil langsung dari laut.
"Koralnya cantik-cantik dan banyak ragamnya, dan ini semua merupakan hasil budidaya," kata Ipuk.
