Penerapan Tiket Batas Bawah tidak Pengaruhi Garuda

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Senin, 1 April 2019 - 13:37

JATIMNET.COM, Jakarta – Penetapan aturan tarif batas bawah (TBB) sebesar 35 persen dari dalam Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2019 tidak mempengaruhi harga tiket penerbangan Garuda Indonesia .

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah menjelaskan hal itu disebabkan Garuda Indonesia tidak bermain di tarif batas bawah.

Enggak ada pengaruh, karena kami tidak pernah menjual di sekitar TBB, mungkin kalau low cost carrier (LCC/ penerbangan berbiaya murah),” kata Pikr, Senin 1 April 2019.

Ia menuturkan maskapai dengan layanan lengkap (full service) seperti Garuda cenderung memilih tarif batas atas (TBA). “Tapi, kita juga tidak pernah sampai mentok di batas atas, Garuda memenuhi aturan pemerintah sesuai koridor,” katanya.

BACA JUGA: Tingginya Harga Tiket Pesawat Berimbas Volume Penumpang

Dengan adanya peraturan tarif batas bawah yang baru, yakni 35 persen dari tarif batas atas untuk penerbangan domestik, Pikri menilai memberikan iklmi bisnis transportasi yang sehat, bukan hanya transportasi udara melainkan juga transportasi moda lain.

Lebih lanjut dia menjelaskan apabila tiket penerbangan domestik terlampau murah, tidak tertutup kemungkinan akan mematikan moda transportasi lainnya karena harganya bersaing.

“Contoh lima tahun lalu, naik pesawat dari Tanjung Karang (Lampung)-Jakarta itu Rp 180.000, sementara bus Rp 250.000, orang lebih memilih naik pesawat, bus lama-lama mati, kalau mati lapangan pekerjaan berkurang karena hanya terfokus pada maskapai,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, apabila maskapai berlomba-lomba memasang tarif semurah-murahnya, maka akan terjadi perang harga.

BACA JUGA: Akhirnya, Maskapai Penerbangan Turunkan Harga Tiket Pesawat

Peraturan terkait tarif ini, menurut Pikri juga sangat berimbas ke sektor lainnya, seperti pariwisata dan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).

“Kalau pun peak atau low season, maskapai enggak boleh menerapkan tarif setinggi-tingginya atau serendah-rendahnya. Tiket pesawat berimbas ke pariwisata, perhotelandan UMKM, seperti pusat oleh-oleh. Kalau enggak ada penumpang pesawat, pariwisata juga akan berkurang, oleh-oleh juga enggak ada yang beli,” katanya.

Pikri mengatakan saat ini pihaknya membuka potongan harga hingga 50 persen ke semua rute dalam rangka online travel fair hingga 13 Mei 2019. Namun dia menreangkan tiket promo tersebut jumlahnya sangat terbatas.

“Kita sudah menerapkan harga coret di online travel agent, jadi pembeli tahu harga aslinya dan sisa kuota tiket promo dan masyarakat perlu tahu kalau tiket promo ini terbatas,” katanya. (ant)

Baca Juga

loading...