Selasa, 16 June 2026 04:00 UTC

Sejumlah warga berjalan di halaman Rumah Sakit Umum Daerah dr. Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang, Selasa, 16 Juni 2026. Foto: Zainal Abidin.
JATIMNET.COM, Sampang – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang untuk merelokasi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Mohammad Zyn (RSMZ) menghadapi kendala. Hal ini setelah calon investor asing yang sebelumnya berminat mendanai proyek tersebut memilih mundur.
Sebelumnya, investor asal Korea Selatan diketahui masuk dalam rencana pembiayaan relokasi rumah sakit melalui skema pinjaman luar negeri. Namun, hingga kini Pemkab Sampang belum membeberkan secara rinci alasan mundurnya calon investor tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sampang, Umi Hanik Laila menyebut perubahan dalam rencana investasi merupakan hal yang biasa terjadi.
“Kerja sama dengan investor Korea itu sepertinya gagal. Tapi yang jelas, kami bersama bapak bupati terus berupaya mencari solusi pendanaan lain agar proyek relokasi tersebut bisa segera terwujud,” katanya kepada wartawan, Selasa, 16 Juni 2026.
Hanik menjelaskan, rencana relokasi RSMZ dilakukan untuk menjawab tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Saat ini, pengembangan fasilitas rumah sakit terkendala keterbatasan lahan sehingga pemkab menyiapkan lokasi baru di Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun.
Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk pembangunan rumah sakit baru diperkirakan mencapai Rp315 miliar.
Oleh karena itu, pemkab berupaya mencari skema pembiayaan alternatif agar proyek tersebut tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daera (APBD).
“Pada prinsipnya sumber pembiayaan untuk relokasi bisa berasal dari APBN atau sumber keuangan lain yang dimungkinkan dan sah sesuai ketentuan perundang-undangan,” ujarnya.
