Logo

Produk Pabrikan dan UMKM Lamongan Tembus Amerika hingga Eropa

Reporter:,Editor:

Kamis, 11 June 2026 02:30 UTC

Produk Pabrikan dan UMKM Lamongan Tembus Amerika hingga Eropa

Kontainer bermuatan produk pabrikan dan UMKM di Lamongan sedang menempuh perjalanan dari GOR Lamongan dalam proses pengiriman ke luar negeri, Rabu, 10 Juni 2026 Foto: Humas Pemkab.

JATIMNET.COM, Lamongan – Beragam produk yang diolah di Lamongan mulai memperluas jangkauan pasar hingga mancanegara. Melalui kegiatan Lamongan EXPOrtiva 2026 (Batch 3), sebanyak lima kontainer produk industri dan UMKM diberangkatkan untuk memenuhi pasar ekspor.

Pelepasan lima kontainer tersebut dilakukan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di GOR Lamongan, Rabu, 10 Juni 2026. Produk yang dikirim berasal dari sejumlah sektor, mulai dari olahan ikan, alas kaki, furnitur, hingga produk kreatif UMKM lokal.

Kontainer ekspor tersebut membawa produk olahan ikan dari PT Bumi Menara Internusa, produk alas kaki dari PT Buildyet Indonesia dan PT Shoetown Mustika Indonesia, furnitur dari PT Quality Works,.

Selain itu, produk UMKM unggulan seperti Tenun Ikat Paradila, Koko Nono (olahan keripik), Tikar Ansa (tikar benang), dan Kirana Food (bawang goreng).

Produk-produk yang telah melalui proses produksi di Lamongan itu selanjutnya dikirim menuju berbagai kawasan, seperti Amerika, Asia, Eropa, Amerika Latin, hingga Asia Pasifik.

Sementara produk UMKM diarahkan menuju pasar Malaysia, Brunei Darussalam, Timur Tengah, Dubai, dan Somalia.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan pengiriman produk tersebut menunjukkan bahwa hasil produksi daerah memiliki daya saing untuk masuk pasar internasional.

“Ini membuktikan kegiatan ekonomi di Kabupaten Lamongan menunjukkan dinamika yang cukup baik. Angka ekspor yang kita lakukan semakin tahun semakin naik, ini menunjukkan banyak potensi yang bisa digunakan untuk perdagangan ekspor,” ujar Yuhronur.

Menurutnya, keberhasilan produk lokal menembus pasar luar negeri tidak hanya berkaitan dengan nilai ekspor. Namun, juga menunjukkan berkembangnya sektor industri dan usaha masyarakat di Lamongan.

Sementara itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Gresik Asep Munandar menyebut sejumlah perusahaan di Lamongan telah memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekspor sekaligus perekonomian daerah.

Hingga Mei 2026, perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat seperti PT Bumi Menara Internusa, PT Buildyet Indonesia, PT Shoetown Mustika Indonesia, dan PT Citi Plumb tercatat menyerap 12.017 tenaga kerja Indonesia serta menghasilkan devisa ekspor lebih dari Rp965 miliar.

“Ini memberikan dampak nyata, baik dari sisi angka ekspor, penyerapan tenaga kerja, maupun peningkatan aktivitas ekonomi daerah,” kata Asep.

Lamongan EXPOrtiva 2026 digelar sebagai wadah penguatan industri dan UMKM daerah. Kegiatan tersebut diikuti 22 tenant yang menampilkan produk industri unggulan serta 60 tenant produk jasa dan UMKM Lamongan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Lamongan Anang Taufik berharap kegiatan ini dapat membantu pelaku usaha memperluas pasar hingga tingkat internasional.