Jumat, 17 July 2026 07:51 UTC

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat membuka Job Fair Tematik 2026 di Icon Mall Gresik, Jumat, 17 Juli 2026. Foto: Istimewa/ Diskominfo Gresik
JATIMNET.COM, Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membuka Job Fair Tematik 2026 di Icon Mall Gresik, Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan 1.976 lowongan kerja dari berbagai perusahaan sebagai upaya mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan penyelenggaraan job fair tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Seluruh tahapan rekrutmen, mulai dari pendaftaran, seleksi hingga penempatan tenaga kerja, dilakukan melalui sistem yang dapat dipantau dan dievaluasi.
"Job fair ini bukan gimmick. Seluruh proses, mulai pendaftaran, seleksi hingga penempatan kerja, tercatat dalam sistem sehingga bisa dievaluasi," ujarnya.
Menurut Yani, tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang mampu memenuhi kebutuhan investasi dan industri yang terus berkembang.
BACA: Disnaker Gresik: Lulusan SMA/SMK Masih Paling Dibutuhkan Industri, 396 Lowongan Belum Terisi
Karena itu, Pemkab Gresik terus memperkuat berbagai program pelatihan dan sertifikasi kompetensi melalui organisasi perangkat daerah agar tenaga kerja lokal semakin siap memasuki dunia kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik, Zainul Arifin, mengatakan Job Fair Tematik merupakan implementasi Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal.
Selain membuka ribuan peluang kerja, rangkaian kegiatan juga diisi seminar Link and Match Pendidikan dengan Dunia Industri yang menghadirkan Dahlan Iskan. Pada kesempatan yang sama, Bupati Gresik melantik 12 Jaga Migran Rangers (JMR) dari enam kecamatan untuk mendampingi sekaligus memberikan perlindungan kepada calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gresik.
Di balik pelaksanaan Job Fair Tematik, Disnaker Gresik juga mencatat kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih cukup tinggi. Evaluasi penempatan tenaga kerja menunjukkan masih ada ratusan lowongan yang belum terisi karena perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu.
