Logo
Praktik Pertambangan Berkelanjutan

Smelter Freeport Gresik Jadi Rujukan Auditor Negara se-Asia

Reporter:,Editor:

Senin, 08 June 2026 09:05 UTC

Smelter Freeport Gresik Jadi Rujukan Auditor Negara se-Asia

Manajemen PT Freeport Indonesia saat menyambut kunjungan delegasi Working Group on Environmental Auditing (WGEA) dari Asian Organization of Supreme Audit Institutions (ASOSAI) bersama BPK RI di KEK Gresik. Foto: PTFI

JATIMNET.COM, Gresik – Delegasi Working Group on Environmental Auditing (WGEA) dari Asian Organization of Supreme Audit Institutions (ASOSAI) bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengunjungi fasilitas smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda ASOSAI WGEA 7th Cooperative Environmental Audit sekaligus sarana untuk mempelajari pengelolaan sumber daya mineral, proses pemurnian, serta penerapan prinsip lingkungan dan keberlanjutan di sektor pertambangan.

Dalam kunjungan itu, para delegasi memperoleh penjelasan mengenai rantai bisnis pertambangan yang dijalankan PTFI, mulai dari kegiatan penambangan, pengolahan, hingga pemurnian mineral di fasilitas smelter. Perusahaan juga memaparkan berbagai kebijakan terkait pengelolaan lingkungan, kepatuhan terhadap regulasi, serta program keberlanjutan yang dijalankan secara berkelanjutan.

Perwakilan Supreme Audit Institution (SAI) Pakistan, Moeed Ali, memberikan apresiasi terhadap upaya PTFI dalam menjalankan aktivitas bisnis yang tetap memperhatikan aspek lingkungan.

BACA: Dukung Penguatan Ekonomi Nelayan, PTFI Kenalkan Konsep Apartemen Kepiting 

“PTFI mampu menunjukkan keseimbangan antara kontribusi terhadap penerimaan negara dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Senin, 8 Juni 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Kick-Off Meeting ASOSAI WGEA 7th Cooperative Environmental Audit yang berlangsung di Surabaya pada 2–4 Juni 2026. Forum itu diikuti peserta dari sejumlah negara, yakni Tiongkok, Papua Nugini, Oman, Myanmar, Pakistan, dan Indonesia.

Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi, menyatakan kunjungan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen perusahaan dalam menerapkan tata kelola yang baik sekaligus menjalankan praktik pertambangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

BACA: Keluarga Bidan Korban Pembunuhan Minta Pelaku Dihukum Seberat-Beratnya 

“Kami sangat terhormat menerima kunjungan ASOSAI WGEA dan BPK RI. Ini merupakan bentuk pengakuan terhadap implementasi good governance serta komitmen kami dalam menjalankan praktik pertambangan hulu-hilir yang berkelanjutan,” katanya.

Setelah sesi pemaparan, delegasi ASOSAI WGEA dan BPK RI meninjau langsung area smelter PTFI. Mereka melihat proses pemurnian mineral, teknologi yang digunakan dalam operasional fasilitas, serta berbagai penerapan standar keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan yang diterapkan perusahaan.

Melalui kunjungan lapangan tersebut, para peserta dapat memperoleh gambaran langsung mengenai pengelolaan industri pertambangan modern yang mengintegrasikan aspek produktivitas, kepatuhan regulasi, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu sistem operasional.