Jumat, 12 June 2026 01:00 UTC

Pelatihan Anyaman Bambu di Centra Rumah Batik Kota Probolinggo, Kamis, 11 Juni 2026.Foto: Zulafif.
JATIMNET.COM, Probolinggo – Bambu yang selama ini banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan sederhana mulai dilirik sebagai peluang ekonomi kreatif di Kota Probolinggo. Pemerintah daerah mendorong masyarakat mengolah bambu menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual.
Upaya itu dilakukan melalui pelatihan anyaman bambu bertajuk “Menganyam Kreatif, Membangun Ekonomi Keluarga” yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo bersama TP PKK Kota Probolinggo.
Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM kerajinan dan kader PKK mengikuti pelatihan di Centra Rumah Batik, Jalan Mastrip, Kamis, 11 Juni 2026.
Kepala DKUP Kota Probolinggo Agus Efendi mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya mengenalkan teknik dasar menganyam, tetapi juga mendorong masyarakat melihat bambu sebagai bahan baku usaha.
“Harapannya keterampilan ini bisa berkembang menjadi produk yang berkualitas, inovatif, dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Menurut Agus, pengembangan kerajinan bambu menjadi salah satu cara memperkuat sektor UMKM lokal. Selain membuka peluang usaha baru, kerajinan tersebut juga menjadi upaya mempertahankan kearifan lokal yang mulai tergeser oleh produk modern.
Ketua TP PKK Kota Probolinggo Evariani Aminuddin mengatakan, keterampilan yang diperoleh peserta perlu dikembangkan agar tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan.
Ia mendorong peserta mulai memikirkan produksi dan pemasaran agar kerajinan bambu dapat menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga.
“Jangan berhenti pada pelatihan ini saja. Jadikan keterampilan yang diperoleh sebagai awal untuk membangun usaha yang berkelanjutan,” katanya.
Untuk mendukung pemasaran, hasil karya peserta nantinya diarahkan masuk ke gerai Dekranasda Kota Probolinggo. Selain itu, pembentukan paguyuban perajin bambu juga didorong agar pelaku usaha bisa saling bertukar pengalaman dan memperluas pasar.
Salah satu peserta, Zida, mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena melihat peluang usaha dari kerajinan bambu.
“Pelatihan seperti ini sangat jarang diadakan. Selain menambah keterampilan, ini bisa menjadi peluang usaha ke depan,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, Pemkot Probolinggo berharap muncul lebih banyak pelaku usaha kreatif yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas kerajinan daerah.
