JATIMNET.COM, Surabaya – Maskapai penerbangan nasional akhirnya menurunkan tarif penumpang pesawat. Kebijakan itu diambil menyusul keluhan masyarakat tentang mahalnya harga tiket penerbangan.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Inaca) Ari Askhara mengatakan sejumlah penerbangan domestik telah menurunkan tarif sejak Jumat 11 Januari 2019. Di antaranya berlaku untuk penerbangan Jakarta-Denpasar, Jakarta-Jogja, Jakarta-Surabaya, dan Bandung-Denpasar.

Menurut Ari, penurunan harga tiket itu akan diikuti penerbangan rute domestik lain. "Di tengah kesulitan para maskapai, kami tetap paham dan mengerti akan kebutuhan masyarakat,” katanya dalam pemberitaan Antara, Minggu 13 Januari 2019.

BACA JUGA: Kemenhub Umumkan Pesawat Yang Laik Terbang

Keluhan tentang  mahalnya harga tiket pesawat tergambar dalam sejumlah petisi yang dibuat warga di laman Change.org.

Seorang warga bernama Iskandar Zulkarnain menulis pada 18 Desember 2018. Menurut dia, harga penerbangan domestik yang semula rata-rata di bawah Rp 1 juta per orang untuk perjalanan pergi-pulang, kini mencapai Rp 2 juta-Rp 4 juta. “Harga tersebut terpantau stabil tinggi dari Januari hingga beberapa bulan ke depan,” tulisnya.

Ada puluhan petisi lain senada dengan keluhan Iskandar di laman itu. Hidajat Soegiharto, yang menulis pada 14 Januari 2019, menceritakan sejak insiden Lion Air di perairan Karawang  harga tiket pesawat dari kota di Sumatera ke Jawa rata-rata naik sekitar 75 persen. Bahkan untuk menghemat biaya perjalanan, penumpang domestik dari Aceh transit di Kuala Lumpur, Malaysia karena harganya lebih murah.

BACA JUGA: Libur Natal dan Tahun Baru, Seluruh Pesawat Laik Terbang

Jatimnet.com membandingkan harga tiket penerbangan Jakarta-Surabaya pergi-pulang hingga sepekan mendatang. Dengan mesin pencari Google Flight, terekam rata-rata harga tiket Jakarta-Surabaya pada 14-21 Januari 2019 mencapai Rp 531.375 dengan harga terendah sebesar Rp 455.000. Adapun rute sebaliknya pada periode yang sama sebesar Rp 631.750 dengan harga terendah mencapai Rp 524.000.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi mengatakan kenaikan harga tiket penerbangan beberapa waktu lalu mencapai 85 persen dari harga normal. Padahal maskapai semestinya menaikkan harga tiket secara bertahap agar masyarakat tak kaget. “Tentu saja masyarakat kaget," katanya.