Wartawan Dicegah Tanya Risma Soal Anaknya yang Diperiksa Polda

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 27 Maret 2019 - 06:20

JATIMNET.COM, Surabaya – Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M Fikser mengimbau awak media tidak menanyakan ke Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait pemeriksaan anak sulungnya, Fuad Bernardi di Mapolda Jatim, Selasa 27 Maret 2019.

“Tolong hari ini jangan menanyakan kepada Ibu terkait pemeriksaan Fuad di Polda, karena Ibu sudah banyak aktivitas. Mungkin besok ibu akan memberikan pernyataan,” kata Fikser di sela-sela kegiatan Sosialisasi Anti Korupsi dalam Pengelolaan Pajak Daerah di Graha Sawunggaling, Selasa 26 Maret 2019.

Seperti diberitakan, anak sulung Risma, Fuad Bernardi diperiksa Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim sebagai saksi dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, pada 18 Desember 2019.

Pemeriksaan Fuad diduga terkait perizinan proyek pembangunan basement Rumah Sakit (RS) Siloam.

BACA JUGA: Kasus Jalan Gubeng Ambles, Polda Jatim Periksa Anak Risma

Menurut Fikser, Wali Kota Risma akan segera menyampaikan secara langsung terkait masalah tersebut. Apalagi melibatkan putranya, pasti akan langsung direspons sekaligus menjelaskan bagaimana awal persoalannya. 

Karena itu, Fikser meminta waktu kepada awak media untuk menunggu ketersediaan Risma menyampaikan kasus Jalan Raya Gubeng yang melibatkan anak sulungnya tersebut.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, Fuad diperiksa sebagai saksi karena diduga mengetahui seluk beluk perizinan proyek basement yang menjadi penyebab amblesnya jalan itu. 

Pemeriksaan ini juga sebagai tindak lanjut penyidikan kasus yang telah menjerat enam tersangka. "Ini untuk mengembangkan kasus yang mulai merambah ke bagian perizinan," ucap Barung.

BACA JUGA: Kejaksaan Berharap Berkas Kasus Jalan Gubeng Ambles Segera Tuntas

Menurutnya, penyidik berupaya mengungkap lebih dalam kasus yang sempat menghebohkan warga Surabaya pada akhir 2018 lalu dan membuktikan ke publik bahwa pihaknya serius dan tidak pandang bulu.

Dalam kasus ini, Polda Jatim telah menetapkan enam orang tersangka antara lain Projek Manager PT Saputra Karya berinisial RH, Site Manager berinisial AP  dari PT NKE, Dirut PT NKE berinisial BS, Manager PT NKE berinisial RW, bagian Enginering SPV PT Saputra Karya berinisial LAH serta Site Manager PT Saputra Karya berinisial AK.

Amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya sedalam kurang lebih 10 meter terjadi pada Selasa 18 Desember 2019. Kejadian itu menimbulkan lubang menganga sepanjang kurang lebih 30 meter, dan lebar kurang lebih 15 meter.

Baca Juga

loading...