Utusan Berbagai Negara Hadiri Doa Bersama di Christchurch

Nani Mashita

Jumat, 29 Maret 2019 - 11:11

JATIMNET.COM, Surabaya – Utusan pemerintah berbagai negara dijadwalkan menghadiri doa bersama untuk korban penembakan dua masjid Christchurch, Selandia Baru. Acara itu diselenggarakan di Hagley Park, Jumat 29 Maret 2019.

“Ini adalah peristiwa yang sangat mempengaruhi Selandia Baru, khususnya Muslim Selandia Baru yang jadi sasaran. Jadi itu yang akan tercermin dalam layanan zikir,” kata Perdana Menteri Jacinda Ardern dalam konferensi pers seperti dilansir dari reuters.com, Kamis 28 Maret 2019.

Hagley Park selama ini menjadi tempat puluhan ribu warga Selandia Baru berkumpul yang bersedih sejak serangan itu terjadi. Total ada 50 orang tewas dalam penembakan keji yang terjadi saat salat Jumat 15 Maret 2019 lalu di Masjid Al Noor Christchurch dan masjid di Linwood Ave.  

BACA JUGA: Selandia Baru Larang Penyebaran 'Manifesto' Brenton Tarrant

Kegiatan doa bersama ini akan disiarkan langsung di jaringan televisi pemerintah. Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sudah memastikan mengirim perwakilannya dalam acara tersebut. Tapi daftar lengkap dari 59 negara tidak dipublikasikan karena alasan keamanan dan negara tersebut telah siaga tinggi sejak serangan 15 Maret 2019.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Gubernur Jenderal Sir Peter Cosgrove dan pemimpin oposisi Bill Shorten masuk dalam daftar para pemimpin asing yang di doa bersama, kata Ardern. Kepala negara dari negara-negara Pasifik, termasuk Presiden Fiji Jioji Konkrote juga akan hadir, tambahnya.

Tidak hanya itu, Pangeran William Inggris akan mengunjungi Selandia Baru bulan depan untuk menghormati para korban.

BACA JUGA: Ardern Pimpin Selandia Baru Hening, Seminggu Pasca Teror Christchurch

Pelaku penembakan, Brenton Tarrant telah ditangkap setelah peristiwa sadis itu. Dalam persidangan awal, motif penembakan brutal warga Australia itu berlatar belakang supremasi kulit putih. Dia akan menghadapi tuntutan pada 5 April 2019 mendatang.

Dalam aksinya, Tarrant menggunakan senjata semi otomatis dengan magasin yang besar. Tidak hanya itu, dia menyiarkan aksi kejinya itu melalui fitur siaran langsung di Facebook.

Adapun media sosial Facebook mengatakan telah menghapus 1,5 juta unggahan, 1,2 juta di antaranya masih dalam proses unggah, yang berkaitan dengan video kekerasan Tarrant. Dalam kebijakan terbarunya, Facebook melarang postingan yang memuja dan mendukung nasionalisme kulit putih.

Baca Juga

loading...