Toleransi itu dilakukan turun temurun

Umat Islam di Probolinggo Turut Mengamankan Nyepi

Zulkiflie
Zulkiflie

Kamis, 7 Maret 2019 - 15:51

JATIMNET.COM, Probolinggo - Toleransi antar umat beragama terlihat kental, dalam Pelaksanaan Catur Brata Nyepi Tahun Baru Saka 1941 di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Warga muslim daerah setempat, turut serta melakukan penjagaan akses masuk perkampungan umat Hindu Suku Tengger.

Warga muslim bergantian, memberikan himbauan bagi pengunjung yang hendak melintasi perkampungan warga Suku Tengger. Hal itu dilakukan bersama 'jaga baya' atau petugas pengamanan adat, TNI dan Polri.

Pengunjung diminta kembali atau berbalik arah sebab pelaksanaan Nyepi umat Hindu sedang berlangsung.

BACA JUGA: Catur Brata Nyepi, Wisata Gunung Bromo Ditutup Dua Hari

Warga muslim Wonokerto, Sukapura, Andre mengatakan, keikutsertaanya mengamankan Nyepi sebagai bentuk solidaritas, antar umat beragama.

Harapannya agar kehidupan antar umat Hindu dan Muslim di Sukapura, bisa terjaga tanpa adanya perpecahan.

"Ini bentuk toleransi kami, sebagai warga muslim dalam menghormati Pelaksanaan Nyepi,"ungkapnya, Kamis 7 Maret 2019

Kepala Desa Wonokerto, Heri Tri Hartono mengatakan, aksi warganya tersebut merupakan simbol toleransi antar umat beragama.

BACA JUGA: Hari Raya Nyepi Tanpa Internet, Begini Tanggapan Menteri Agama

Dan setiap tahunnya, sinergitas antar warga Muslim dan Hindu setempat, selalu dilakukan saat Pelaksanaan Nyepi.

Begitupun saat ada acara keagamaan umat Islam,  warga beragama Hindu akan turut memberikan bantuan.

"Saling membantu, sudah biasa dilakukan warga Wonokerto pak. Dan ini cerminan kebhinekaan bangsa Indonesia,"terangnya.

Pelaksanaan Nyepi sendiri berlangsung hari ini hingga Jum'at 8 Maret 2019 Pukul 05.00 WIB.

BACA JUGA: 28 Napi di Jatim Peroleh Remisi Hari Raya Nyepi

Sejumlah warga muslim dan Hindu yang ada di pos penjagaan ring 2, atau pintu masuk utama di Desa Wonokerto melakukan penjagaan, hingga 24 jam kedepan secara bergantian.

Baca Juga

loading...