JATIMNET.COM, Surabaya – Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan rasa syukur dan harapan. Bersyukur karena mampu melewati berbagai ujian hidup di tahun sebelumnya sekaligus pengharapan agar mampu melalui berbagai rintangan di tahun baru.

Pengharapan itu juga disimbolkan dalam sejumlah tradisi yang dianjurkan maupun yang tidak boleh dilakukan selama imlek. Harapannya agar keberuntungan tetap menaungi sepanjang tahun.

Warna merah sangat dianjurkan untuk digunakan selama imlek. Busana atau beragam aksesoris berwarna merah dipercaya bisa mendatangkan keberuntungan di masa depan.

BACA JUGA: Meriahnya Perayaan Imlek di Kota Reog

Selain warna merah, ada pula tradisi bagi-bagi angpao. Angpao identik dengan imlek. Kerabat yang sudah bekerja dan menikah umumnya wajib membagikan angpao pada anggota keluarga lain yang belum bekerja dan belum menikah.

Sehingga para lajang tak perlu ikut berbagi amplop, cukup menunggu giliran menerima angpao. Tidak hanya itu, hal yang boleh dilakukan, ada pula sejumlah aktivitas yang tidak dianjurkan saat imlek.

Pemilik rumah dilarang menyapu atau melakukan berbagai aktivitas bersih-bersih saat imlek. Selvie Anggrainy, warga Jakarta yang merayakan Imlek, mengatakan aktivitas harian itu dianggap bisa membersihkan keberuntungan seseorang.

Kemudian, tidak dianjurkan pula untuk memangkas rambut. Memotong rambut dianggap sama seperti menyapu, yakni bisa membuang keberuntungan. Akan lebih baik jika kegiatan memangkas rambut dilakukan sepekan atau tiga hari sebelum imlek. (Ant)