Tim Dokter Dikerahkan Pastikan Pasien Schizophrenia Bisa Pulang

Baehaqi Almutoif

Selasa, 7 Mei 2019 - 15:32

JATIMNET.COM, Surabaya – Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur dr Herlina Ferliana memastikan bahwa pasien dengan gangguan jiwa Wiji Fitriani berangsur membaik.

Dalam wawancara di sela kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Herlina menilai agresivitas Fitri dengan menyakiti dirinya sendiri, menggigit tangannya, sudah tidak terulang.

Tim dokter yang terdiri dari bermacam spesialis, seperti dokter spesialis syaraf, dokter spesialis paru, juga dokter bedah plastik, telah diturunkan memberi penangan khusus. Bahkan tim dokter berencana melakukan operasi bedah plastik untuk luka-luka.

“Itu (operasi) nanti, setelah menunggu kondisinya lebih stabil. Semoga Mbak Fitri mendapat tangan palsu, sehingga bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Herlina.

BACA JUGA: Pasien Schizophrenia, Widji Dirujuk ke RSJ Menur

Sepanjang bertugas di RSJ Menur, kondisi seperti yang dialami Fitri ini baru pertama kali ditemuinya. Meski baru pertama kali, pihaknya optimis kesembuhan Fitri bisa cepat dilakukan.

Hal senada juga disampaikan Khofifah Indar Parawansa. Kondisi pasien asal Kabupaten Kediri itu dianggap telah membaik, sejak dirawat 15 hari lalu di RSJ milik Pemprov Jatim itu.

Ditemui usai menjenguk Fitri, Khofifah mengatakan bahwa kondisi pasien mulai membaik. Luka di jari tangan, siku, dan kaki sudah berangsur pulih. “Yang lebih bagus menurut saya, psikososial terapinya. Relasi sosial terbangun sangat baik. Psikososial dan kontinuitas obat bagi ODGJ sangat penting,” kata Khofifah.

BACA JUGA: Antisipasi Caleg Stres, RSJ Menur Siapkan 40 Kamar VIP

Gubernur kelahiran Surabaya itu tidak menampik bahwa Fitri sangat rindu dengan neneknya, dan ingin segera pulang.

“Pulang, Bu,” kata Fitri kepada Khofifah di ruang perawatan intensif Wijaya Kusuma, Selasa 7 Mei 2019.

Fitri, begitu ia akrab disapa, sempat viral lantaran memakan beberapa anggota tubuhnya. Perempuan berusia 21 tahun itu ditengarai menderita skizofrenia. Namun pada saat kunjungan orang nomor satu di Pemprov Jatim itu, Fitri merengek meminta pulang.

Khofifah meminta ada pendampingan terhadap pasien setelah mendapat izin pulang. Diharapkan pendampingan tidak hanya dilakukan neneknya, tetapi melibatkan dinas sosial, puskesmas, maupun polindes untuk menjaga keberlanjutan obatnya.

Baca Juga

loading...