Tiga Kecamatan di Gunung Kidul Mulai Krisis Air Bersih

Hari Istiawan

Selasa, 11 Juni 2019 - 07:45

JATIMNET.COM, Gunung Kidul – Memasuki musim kemarau 2019, sebanyak tiga kecamatan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai krisis air. Tiga kecamatan ini meliputi Girisubo, Rongkop dan Paliyan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun mendistribusikan air bersih ke tiga wilayah tersebut. “Kami mendistribusikan air sesuai pengajuan yang masuk," kata Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul Edy Basuki, Selasa 11 Juni 2019.

Menurut dia, pasca pengajuan, tim dropping air langsung menyalurkan bantuan ke dua wilayah yang sudah mengalami kekeringan.

BACA JUGA: Antisipasi Kekeringan, Gunung Kidul Siapkan 600 Tangki Air Bersih

Edy menjelaskan, hingga saat ini jumlah wilayah yang mengajukan bantuan masih belum banyak dan diperkirakan jumlah permintaan akan terus bertambah seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

"Kami memiliki banyak kecamatan-kecamatan yang menjadi langganan krisisi air. Selain Girisubo, ada juga Tepus, Rongkop, Panggang, Purwosari, Patuk hingga wilayah Semin,” ungkapnya.

Menurut dia, untuk bantuan air bersih pada tahun ini BPBD mengalokasikan anggaran sekitar Rp 500 juta. Adapun armada yang diterjunkan untuk penyaluran sebanyak tujuh unit truk pengangkut air.

BACA JUGA: PDAM Surabaya Targetkan Air Siap Minum Bulan Mei

"Kami siapkan tujuh tapi yang beroperasi penuh hanya enam karena satu unit truk dijadikan armada cadangan,” paparnya.

Edy menambahkan, bantuan air bersih tidak hanya dilakukan oleh BPBD karena tim dari kecamatan juga melakukan hal yang sama. Selain itu, pihak swasta juga banyak berpartisipasi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

"Koordinasi pasti ada. Ini dilakukan agar bantuan tidak tumpang tindih sehingga ada pemerataan di masyarakat yang mengalami krisis air,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Camat Girisubo Arif Yahya, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD terkait dengan penyaluran bantuan air bersih.

BACA JUGA: ACT Bangun Sumur untuk Kebutuhan Air 247 Kepala Keluarga

“Sudah dikomunikasikan dan hasilnya BPBD akan menangani krisis air yang melanda di Desa Nglindur, Karangawen, Jepitu dan Balong. Sedang empat desa lainnya, Songbanyu, Pucung, Tileng dan Jerukwudel akan ditangani tim dari kecamatan,” kata Arif.

Dia menjelaskan, Kecamatan Girisubo merupakan salah satu wilayah yang menjadi langganan krisis air pada saat kemarau. Hal ini tak lepas dari sedikitnya sumber air di wilayah pesisir ini sehingga warga banyak memanfaatkan sisa air hujan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Warga banyak yang memiliki bak penampungan air hujan, tapi cadangan yang dimiliki tidak banyak sehingga sering beli dari pihak swasta atau menunggu bantuan dari pemerintah,” katanya.(ant)

Baca Juga

loading...