Antisipasi Kekeringan, Gunung Kidul Siapkan 600 Tangki Air Bersih

Dua desa telah mengalami kekerangan di awal Mei.
Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 16 Mei 2019 - 08:53

JATIMNET.COM, Surabaya - Sekretaris Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Arif Yahya mengatakan, delapan desa di wilayahnya termasuk daerah rawan kekeringan. Pemerintah setempat menyiapkan 600 tangki air bersih untuk mengantisipasi bencana kekeringan.

Delapan desa itu antara lain, Desa Balong, Jepitu, Karangawen, Jerukwudel, Tileng, Songanyu, Pucung dan Desa Nglindur.

Sementara, Desa Pucung dan Girisubo telah mengalami kekeringan sejak Mei, dan mengajukan bantuan air.

"Tahun ini, kami menyiapkan anggaran sebanyak 600 tangki untuk droping air. Kami juga menjalin kerja sama dengan PDAM melakukan pemasangan instalasi baru untuk pelanggan. Termasuk nanti di dalamnya pengaturan jam giliran supaya air tetap mengalir," kata Arif.

BACA JUGA: Puncak Kemarau, Kekeringan Melanda 11 Provinsi

Ia bersyukur, meski masuk wilayah dengan tingkat potensi bencana kekeringan tinggi, di Girisubo ada tiga sumber mata air yang dapat dimanfaatkan untuk didistribusikan kepada masyarakat, yakni Sumber Sadeng, Pule Jajar, dan Kali Puring.

"Hanya dua yang bisa dimanfaatkan untuk droping air karena debitnya besar. Sementara untuk Puring itu debitnya kecil hanya bisa diambil beberapa tangki, " katanya.

Sementara itu, di Kecamatan Tanjungsari ada lima desa yang telah mengajukan permohonan bantuan air bersih, yakni Kemiri, Kemadang, Banjarejo, Ngestirejo, dan Hargosari.

Lima desa tersebut sebagian sudah mengalami kekurangan air bersih, terutama di wilayah yang tampungan airnya sudah habis, dan tidak lancarnya suplai air bersih dari PDAM.

BACA JUGA: Kemarau, Ratusan Embung di Bojonegoro Kering

Camat Tanjungsari Rakhmadian Wijayanto mengatakan, warga mulai kesulitan air bersih karena bak penampungan air hujan (PAH) sudah tidak terisi air sebulan terakhir, setelah hujan berhenti.

Pemerintah Kecamatan Tanjungsari sudah menyiapkan sebanyak 125 tangki, untuk memenuhi permintaan masyarakat. Pihaknya juga dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul untuk memenuhi permintaan air bersih.

"Kami mengampu empat desa, satu lainnya yang di Desa Banjarejo diampu BPBD Kabupaten Gunung Kidul untuk droping air bersihnya," katanya.

Diakuinya untuk sumber air bersih kawasan Tanjungsari mengandalkan pasokan dari sumber air sekitar Pantai Baron. Selain itu, sumber air bersih dari Bribin, Kecamatan Semanu.

BACA JUGA: Pemkab dan BPBD Sragen Distribusikan Air Bersih

Namun demikian, bantuan air belum bisa menjangkau dengan baik seluruh wilayah. Sering kali, pasokan air tersendat karena lokasi wilayah berada di ketinggian.

"Untuk wilayah dekat sumber Baron seperti Desa Kemadang, dan Ngestirejo lancar pasokan airnya. Tetapi untuk dataran tinggi mungkin macet-macet," katanya. (ant)

Baca Juga

loading...