Logo

Kemarau Ekstrem Tingkatkan Risiko Kebakaran, Jatim Perkuat Relawan Damkar

Reporter:,Editor:

Kamis, 16 July 2026 03:00 UTC

Kemarau Ekstrem Tingkatkan Risiko Kebakaran, Jatim Perkuat Relawan Damkar

Kasatpol PP Jawa Timur Andik Fadjar Tjahjono memberikan sambutan di hadapan relawan dalam acara pelatihan dan pembinaan relawan pemadam kebakaran di Taman Bahari Majapahit (TBM) Rejoto, Mojokerto, Kamis, 16 Juli 2026. Foto :Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Musim kemarau yang semakin mendominasi wilayah Indonesia mulai meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan, hingga permukiman.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dengan membentuk relawan pemadam kebakaran (Damkar) melalui pelatihan yang diikuti 100 warga di Taman Bahari Mojokerto (TBM), Kamis, 16 Juli 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi atmosfer yang semakin kering pada pertengahan Juli 2026 berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Meski demikian, hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah hingga 20 Juli 2026.

Di tengah kondisi tersebut, Satpol PP Provinsi Jawa Timur bersama Komisi A DPRD Jawa Timur mulai memperluas pembentukan relawan Damkar sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan kebakaran berbasis masyarakat.

Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Andik Fadjar Tjahjono, mengatakan pembentukan relawan Damkar merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat agar masyarakat turut berperan dalam upaya pencegahan kebakaran maupun penyelamatan.

"Pesertanya berasal dari masyarakat. Sesuai arahan pemerintah, kami diminta membentuk relawan pemadam kebakaran yang bertugas membantu petugas dalam pencegahan kebakaran maupun kegiatan penyelamatan," ujarnya.

Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan tersebut, dengan 70 orang di antaranya merupakan relawan baru.

Mereka mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan kebakaran, penanganan keadaan darurat, hingga teknik dasar penyelamatan sehingga mampu melakukan penanganan awal sebelum petugas tiba.

Andik mengatakan program pembentukan relawan akan diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Menurutnya, semakin banyak warga yang memiliki kemampuan dasar penanganan kebakaran, semakin besar pula peluang meminimalkan dampak kebakaran.

"Semakin banyak relawan yang terbentuk, maka semakin kuat pula upaya pencegahan kebakaran di lingkungan masyarakat," katanya.

Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Sumardi, menilai pembentukan relawan menjadi langkah strategis di tengah meningkatnya ancaman kebakaran selama musim kemarau.

Selain membantu proses penanganan awal, relawan juga diharapkan menjadi ujung tombak edukasi kepada masyarakat mengenai upaya pencegahan kebakaran.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Relawan yang terbentuk nantinya tidak hanya membantu saat terjadi kebakaran, tetapi juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan kebakaran," ujarnya.

Keberadaan relawan Damkar diharapkan mampu mempercepat respons awal terhadap insiden kebakaran sekaligus memperkuat budaya mitigasi di masyarakat, terutama saat musim kemarau yang diperkirakan berlangsung semakin kering dalam beberapa pekan ke depan.