Selasa, 14 July 2026 09:30 UTC

Bupati Madiun Hari Wuryanto (dua dari kiri) bersama Forkopimda Kabupaten Madiun, pejabat Kemensos RI, dan Kepala Dinsos Jatim saat meninjau gedung Sekolah Rakyat di Kelurahan Nglames, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Selasa, 14 Juli 2026. Foto: Diskominfo
JATIMNET.COM, Madiun – Kuota peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Madiun untuk tahun ajaran 2026/2027 masih belum terpenuhi.
Hingga pertengahan Juli, jumlah calon siswa yang terdaftar baru mencapai 279 orang dari target 360 peserta didik. Dengan demikian, masih ada kekurangan 81 siswa dan tetap diusahakan terpenuhi sebelum jadwal pembelajaran pada akhir Juli 2026.
Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial RI Rachmat Koesnadi mengatakan, sebanyak 203 pendafar berasal dari Kabupaten Madiun, sedangkan 76 siswa berasal dari Kabupaten Ponorogo.
Berdasarkan data panitia, jenjang SMP telah memenuhi kuota dengan 90 peserta didik. Sementara SMA telah terisi 85 siswa dari target 90 orang.
Adapun jenjang SD menjadi tantangan terbesar. Hingga pelaksanaan open house, jumlah pendaftar baru mencapai 32 anak dari target 90 siswa.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menilai kondisi tersebut dipengaruhi masih adanya keraguan orang tua melepas anak usia sekolah dasar untuk tinggal di asrama.
Karena itu, pemerintah menggelar open house agar masyarakat memahami fasilitas dan pola pembelajaran yang diterapkan di Sekolah Rakyat.
Dalam kegiatan yang berlangsung di kompleks Sekolah Rakyat, Jalan Kasatrian, Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun itu, para calon peserta didik dan orang tua diajak lebih mengenal sistem pendidikan di Sekolah Rakyat.
Hal ini termasuk fasilitas, hingga pola pembelajaran yang akan diterapkan di sekolah berasrama tersebut.
Selama open house, para pengunjung diajak berkeliling melihat ruang kelas, asrama, ruang makan, serta berbagai fasilitas penunjang yang akan digunakan siswa selama menempuh pendidikan.
Pemerintah berharap pengenalan ini memberikan gambaran utuh mengenai kehidupan belajar di Sekolah Rakyat sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada akhir Juli mendatang.
