Selasa, 14 July 2026 07:00 UTC

Kendaraan berat pengangkut material masuk ke areal proyek pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban yang hingga kini masih berlangsung, Selasa, 14 Juli 2026. Foto: Dok. Zidni Ilman.
JATIMNET.COM, Tuban - Proyek pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban belum rampung hingga Selasa, 14 Juli 2026.
Akibatnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru Sekolah Rakyat di Kelurahan Mondokan, Kecamatan/Kabupaten Tuban harus mundur dari jadwal pada kalender akademik.
"Kegiatan MPLS belum kita laksanakan, menunggu setelah pengerjaan proyek selesai," ujarnya.
Penundaan tersebut dilakukan agar para siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah selama pelaksanaan MPLS.
"Karena dalam kegiatan MPLS siswa butuh lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah," imbuhnya.
Disinggung mengenai target rampungnya pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat, Vera menyebut, kontraktor menargetkan pembangunan gedung tersebut rampung pada 25 Juli 2026.
Diketahui sebelumnya, proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat dengan nilai kontrak sebesar Rp1,1 triliun yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025/2026 awalnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026.
Anggaran sebanyak dialokasikan untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang tersebar di lima wilayah di Provinsi Jawa Timur, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Jombang.
Pada tahun ajaran 2026/2027 ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban juga menambah jenjang pendidikan, yakni Sekolah Dasar (SD).
Sebelumnya, sekolah tersebut hanya membuka jenjang SMP dan SMA. Masing-masing rombongan belajar ditempatkan di area BLKI Tuban.
