Kamis, 16 July 2026 06:30 UTC

Seorang monyet ekor panjang yang turun ke permukiman di kawasan Telaga Ngebel Ponorogo karena diduga kelapran dampak dari musim kemarau, Kamis, 16 Juli 2026. Foto: tangkapan layar video viral.
JATIMNET.COM, Ponorogo – Kawanan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dilaporkan berkeliaran di kawasan Pasar Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo.
Warga menilai, video kemunculan satwa liar yang viral di media sosial itu dinilai karena kelaparan. Sebab, pasokan makanan bagi kawanan monyet di hutan kawasan lereng Gunung Wilis mulai menipis seiring berlangsungnya musim kemarau.
Kapolsek Ngebel AKP Nuryadi menyatakan bahwa penilaian tersebut belum sepenuhnya benar. Menurutnya, kemunculan monyet di sekitar Telaga Ngebel bukanlah fenomena baru dan sudah terjadi sejak lama.
"Monyet di sekitar Telaga Ngebel memang sudah banyak sejak dulu. Jadi, ini bukan fenomena baru. Mereka memang sesekali turun mencari makan di titik-titik tertentu, terutama di sekitar pasar," ujar Nuryadi.
Ia menjelaskan, monyet-monyet tersebut telah terbiasa mendatangi kawasan pasar pada pagi hari. Biasanya, mereka mencari sisa buah-buahan yang sudah busuk dan diletakkan pedagang di pinggir pasar.
Selain pasar, satwa liar itu juga kerap terlihat di belakang Mapolsek Ngebel maupun di beberapa warung makan yang berada di kawasan wisata Telaga Ngebel. Bahkan, ada warga yang memang sengaja memberikan makanan kepada kawanan monyet tersebut.
Menurut Nuryadi, monyet juga sesekali turun ke ladang warga untuk mencari buah-buahan seperti pisang, nangka, durian, dan jenis buah lainnya yang menjadi pakan alami mereka.
Ia menegaskan, kemunculan monyet tidak berkaitan dengan musim kemarau. Satwa tersebut bisa turun kapan saja karena memang sudah menjadi kebiasaan.
"Bukan hanya saat musim kemarau. Sewaktu-waktu mereka memang turun. Sudah menjadi kebiasaan mereka mencari makan di lokasi-lokasi tertentu," jelas Nuryadi.
Meski terkadang masuk ke area kebun warga, Nuryadi mengatakan hingga kini belum ada laporan resmi dari masyarakat terkait gangguan atau serangan monyet.
"Selama ini tidak ada laporan masyarakat yang mengeluhkan atau menjadi korban serangan monyet. Warga memahami bahwa kawasan itu memang habitat mereka," pungkas Nuryadi.
