Tersangkut Narkoba, Monot Menikah di Balik Jeruji Tahanan Blitar

Yosibio

Jumat, 3 Mei 2019 - 17:55

JATIMNET.COM, Blitar – Balon warna-warni terlihat menghiasi jeruji besi, sel dalam Polres Blitar Kota, Jumat 3 Mei 2019. Hari ini, Egy Pramono (22), tahanan setempat, melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya, Wahyu Dwi Nuryani.

Ucapan selamat atas pernikahan mereka pun, terbaca di pintu masuk tahanan Polres.

Egy Pramono alias Monot, merupakan tahanan di Polres Blitar Kota, atas kasus peredaran narkoba jenis Pil Dobel L.

Ia mengucapkan ijab kabul kepada mempelai wanita, Wahyu Dwi Nuryani, (19)  di ruang tahanan Polres Blitar Kota

BACA JUGA: Pelajar Blitar Sambut Ramadan dan Hardiknas dengan Pawai Taaruf

Prosesi pernikahan berlangsung dalam suasana mengharukan.

Pemuda asal Dusun Satreyan, Desa Glondong, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar itu, langsung memeluk ayahnya, Muhani, begitu ijab kabul dinyatakan sah oleh penghulu.

Monot juga terlihat sujud sambil mencium kaki ayahnya.

Sementara istri Monot, Wahyu Dwi Nuryani juga terlihat menangis haru,  hingga mengundang tetes air mata sejumlah keluarga, serta ibu ibu Bhayangkari, yang menyaksikan prosesi itu.

PROSES Pernikahan Monot dan Dwi di dalam sel Polres Blitar Kota, Jumat 3 Mei 2019. Foto: Yosibio

Monot, memang terpaksa melangsungkan ijab kabul di ruang tahanan Mapolres Blitar Kota

Penjual nasi goreng ini dibekuk Satnarkoba Polres Blitar lantaran mengedarkan pil jenis dobel L. Monot ditangkap petugas pada bulan April 2019 lalu.

Sebenarnya, jauh sebelum ditangkap, Monot sudah berencana akan melangsungkan pernikahan dengan Dwi.

Keluarga Monot pun, mengaku sudah menyiapkan pesta untuk pernikahannya, meskipun kenyataan berkata lain.

BACA JUGA: Jelang Ramadan, Megawati Nyekar ke Makam Bung Karno

Proses ijab kabul Monot dan Dwi, diketahui bermahar uang tunai Rp 200.000.

"Karena ada musibah ini, akhirnya hanya ijab qobul dulu saja, dan dilakukan dalam sel tahanan" kata Wawan Gianto, kakak kandung Monot, kepada wartawan usai prosesi akad nikah.

Monot terlihar lancar mengikuti proses akad nikah yang dipimpin penghulu dari KUA Kanigoro, Muhammad Mansur.

"Proses ijab kabul ini sudah sah ya," kata penghulu, Muhammad Mansur yang dijawab serentak 'sah' oleh para orang yang menyaksikan proses ijab kabul.

BACA JUGA: Women's March Blitar Desak Pemerintah Sahkan RUU PKS

Muhammad Mansur juga memberikan sedikit wejangan kepada Monot agar tidak mengulangi perbuatannya.

Dia juga mendoakan pasangan itu menjadi keluarga yang sakinah dan dikaruniai anak yang soleh dan solehah.

Sementara,  Dwi yang usai prosesi nikah harus menunda rencana bulan madu dengan sang suami, mengaku rasa cinta pada Monot tidak menghalanginya menikah dalam ruang tahanan.

Pria bertubuh gempal yang dikenalnya setahun lalu ini, bertanggung jawab membuktikan janjinya untuk menikahinya.

BACA JUGA: Polisi Periksa Ibu Bayi yang Diduga Dibunuh Setelah Lahir

"Rasa cinta saya dalam terhadap dia, saya kenal setahun lalu, awalnya berteman kemudian jatuh cinta dan berencana menikah, "ujar Dwi di ruang petugas Tahanan dan titipan Polres Blitar Kota didampingi keluarganya, sambil sesekali menyeka air mata haru.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan, polisi tetap memberikan hak kepada tahanan yang ingin melaksanakan pernikahan.

Tetapi, polisi tidak bisa memberikan dispensasi bagi tahanan untuk melakukan malam pertama karena konsekuensinya harus ditanggung mempelai.

Pihak polresta memfasilitasi pernikahan sederhana ini dengan menghiasi pintu tahanan, jeruji besi dengan sejumlah balon warna warni agar tidak berkesan menyeramkan.

BACA JUGA: Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam di Blitar Merangkak Naik

"Karena memang sebelumnya yang bersangkutan berencana menikah dengan wanita pujaan, namun tersangkut narkoba kita tahan,  kemudian Pramono mengajukan permohonan ya kita kabulkan. Karena menikah merupakan hak asasi, meski seorang tahanan kami tetap memberikan hak itu ke mereka," pungkasnya

Baca Juga

loading...