Women's March Blitar Desak Pemerintah Sahkan RUU PKS

Yosibio

Minggu, 28 April 2019 - 21:32

JATIMNET.COM, Blitar – Desakan pengesahan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) melanda Kota Blitar. Sedikitnya belasan orang yang tergabung dalam Komunitas Women's March Blitar menggelar aksi damai di Alun-alun Kota Patria itu, Minggu 28 April 2019 siang.

Dalam aksi itu, sejumlah massa melakukan longmarch mengelilingi alun-alun sambil berorasi, sekaligus mendorong DPR RI segera mengesahkan RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Para peserta aksi yang mayoritas kaum hawa ini juga membawa sejumlah poster yang bertuliskan 'revisi UU perkawinan itu sudah usang', 'aku cantik apa adanya, ‘stop body shaming', 'tak ada standar kecantikan yang mutlak', dan 'stop perkawinan anak kami masih ingin sekolah'.

BACA JUGA: Pentingnya UU PKS untuk Kesetaraan Gender

Bukan hanya berorasi dan longmarch, peserta aksi juga menggalang tanda tangan petisi untuk mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU tersebut. Di sela aksi, demonstran juga membagi-bagikan bibit tanaman kepada pengunjung serta pengguna jalan yang melintas di sekitar alun-alun.

“Kami mengajak masyarakat agar sadar dengan kekerasan seksual. Kami juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, dengan membagikan bibit tanaman kepada masyarakat," terang koordinator aksi, Mershinta kepada wartawan.

Aksi damai yang dilakukan komunitas Women's March ini merupakan yang pertama di Kota Blitar. Komunitas ini terdiri atas berbagai aktivis, di antaranya aktivis perempuan, aktivis anak, lingkungan, serta mahasiswa yang ada di Kota Blitar.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Wanita India Karena Potong Kemaluan Penguntitnya

Desakan pengesahan RUU PKS menjadi undang-undang, menurut Mershinta, harus segera dilakukan. Undang-undang itu sebagai jaminan hukum baik untuk para korban dan pelaku kekerasan seksual.

“Karena banyak kasus kekerasan seksual yang ditangani aparat penegak hukum justru mandek, dikarenakan aturannya belum jelas,” ujarnya.

Menurut Women's March Blitar, di kota tersebut masih banyak anak muda yang tidak sadar telah menjadi korban kekerasan seksual. Mereka pacaran secara kebablasan dan menganggap hal yang biasa.

"Padahal banyak anak-anak muda itu telah menjadi korban kekerasan seksual dalam berhubungan. Namun banyak yang tidak sadar, dan dianggap biasa,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...