Pentingnya UU PKS untuk Kesetaraan Gender

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 24 April 2019 - 16:10

JATIMNET.COM, Surabaya – Akademisi mengungkapkan pentingnya Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) untuk menciptakan kesetaraan gender antara laki-laki dengan perempuan. UU tersebut sangat penting karena saat ini masih banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi dalam masyarakat.

“Saat ini masih banyak yang takut melapor jika menjadi korban pelecehan seksual karena malu, atau bahkan justru disalahkan," kata Dosen Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Anita Lie dijumpai usia Simposium Pemikiran R.A Kartini Dekonstruksi Gender dan Visi Misi Kesetaraan Perempuan 'Habis Gelap Terbitlah Terang' di Gedung A Universitas Airlangga, Rabu 24 April 2019.

Adanya stigma negatif dalam masyarakat membuat ruang suara dan ruang publik seorang wanita makin terbatas. Anita mengungkapkan dengan adanya UU PKS yang jelas akan mampu mengurangi terjandinya kekerasan seksual pada wanita, khususnya untuk anak-anak.

Dengan hal tersebut pula, pandangan masyarakat tentang wanita yang lemah maupun tidak berdaya akan bergeser.

BACA JUGA: KemenPPPA Kawal Korban dan Pelaku Kasus Perisakan Anak Pontianak

“Misalnya ada kasus pelecehan seksual. Nah ketika melapor, si wanita disalahkan karena keluar sendiri. Padahal itu rawan," katanya.

Menurutnya penilaian itu dapat membatasi ruang gerak seorang wanita untuk berekspresi dan belajar. Padahal seorang wanita harus mampu belajar mandiri dan menjadi calon ibu yang berkarakter untuk lingkungan dan juga anaknya.

“Jadi jika melihat Ibu Kartini itu kan teguh, dan dia punya pemikiran yang bening dan jernih untuk sebuab perubahan. Jadi seharusnya wanita sekarang pun seperti dia. Tapi harus ada kesetaraan untuk itu," kata Anita.

Ia berharap seluruh wanita khususnya generasi muda dapat mencontoh R.A Kartini yang banyak membaca dan sudut pandang yang luas. Sehingga setiap wanita memunyai prinsip dalam melakukan perubahan yang baik untuk bangsa.

BACA JUGA: Dilecehkan Gurunya, Pelajar Banglades Tewas Dibakar Setelah Melapor

Sementara itu, Dosen Universitas Airlangga Surabaya Emy Susanti juga mengungkapkan melalui simposium ini pihaknya mengajak pemuda mengikuti pemikiran R.A Kartini yang relevan. Khususnya untuk memperjuangkan bangsa menuju keadilan dalam kesetaraan gender.

Masak sudah 100 tahun, tapi permasalahan masih saja sama,” katanya.

Ia berharap agar generasi muda, khususnya wanita saat ini mampu menjadi inspirasi masa depan dan peka dengan permasalahan di sekitarnya.

Emy menyampaikan hingga saat ini masih banyak hal yang harus diperjuangkan dalam memperoleh kesetaraan gender. Misalnya seperti perspektif pentingnya pendidikan untuk mengedukasi lingkungan dan anak, yang berkaitan dengan pemaksaan pernikahan dini, dan banyaknya pelecehan seksual.

Baca Juga

loading...