Dilecehkan Gurunya, Pelajar Banglades Tewas Dibakar Setelah Melapor

Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 19 April 2019 - 11:18

JATIMNET.COM, Surabaya – Nusrat Jahan Rafi, pelajar berusia 19 tahun di Banglades, meninggal akibat dibakar, setelah melaporkan pelecehan seksual yang dilakukan oleh kepala sekolahnya, ketika berada di sekolah.

Video tentang kesaksian korban menjadi viral, setelah pelaku ditangkap.

Kejadian memilukan itu terjadi pada 6 April 2019. Korban dilaporkan telah menerima ancaman, namun tetap memutuskan untuk berangkat sekolah pada hari itu, dilansir dari Fox News, Jumat 19 April 2019.

Di sekolah, sejumlah individu kemudian mengajaknya naik ke atap sekolah, dan mendesaknnya untuk mencabut laporannya di kepolisian.

BACA JUGA: Laki-laki 54 Tahun Perkosa Tiga Bocah SD di Sampang

Setelah menolak, korban kemudian diguyur kerosin dan dibakar hidup-hidup.

Kepala Biro Penyidik Kepolisian setempat mengatakan, jika rencana pelaku untuk menyamarkan serangan menjadi seperti tindakan bunuh diri gagal, lantaran korban sempat mendapatkan pertolongan.

Lebih dari 80 persen tubuhnya terbakar dan meninggal 10 hari kemudian.

Namun, ketika dilarikan ke rumah sakit, dengan sisa tenaganya, korban merekam kesaksian tentang apa yang dialaminya, menggunakan telepon milik saudara laki-lakinya.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Wanita India Karena Potong Kemaluan Penguntitnya

“Guru itu menyentuhku,” katanya. “Saya akan melawan kejahatan ini hingga nafas terakhirku,” katanya.

“Ketika perempuan mencari keadilan atas kekerasan seksual, ia harus menghadapi banyak kekerasan lagi,” kata Salma Ali, pengaracara hak asasi manusia, dan mantan direktur asosiasi pengacara kepada Bbc .

“Kasus ini telah bertahan menahun, ada hal yang memalukan di masyarakat, tak adanya tekat yang kuat di kepolisian untuk melakukan penyidikan yang memadai. Hal itu membuat korban menyerah untuk mencari keadilan,”.

Namun, dengan besarnya perhatian media dan banyaknya kemarahan yang muncul dari peristiwa itu, beberapa orang berharap jika keadilan bisa diterapkan.

BACA JUGA: Cabuli Murid, Guru Bimbel Divonis Tujuh Tahun Penjara

Kasus tersebut saat ini sedang dalam penyelidikan, dan petugas setempat telah menetapkan adanya kelalaian penegakan hukum, dalam laporan awal di kasus ini.

Lebih dari selusin orang ditangkap, setelah pembunuhan itu.

Dalam sebuah konferensi pers minggu ini, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (NHCR) juga fokus pada catatan panjang tentang pengabaian laporan, atas tindakan kepala sekolah terhadap pelajar perempuan, di madrasah tempat korban menimba ilmu.

“Jika petugas administrasi di level distrik madrasah merespon, maka kejadian ini tidak akan terjadi,” kata Kazi Reazul Haque, Ketua NHCR.

BACA JUGA: Menang, Petinju Perempuan Iran Malah Takut Dipenjara Jika Pulang

“Kami mempertanyakan bagaimana kepala sekolah bisa dipilih meskipun memiliki masa lalu seperti itu,”.

Baca Juga

loading...