Menang, Petinju Perempuan Iran Malah Takut Dipenjara Jika Pulang

Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 18 April 2019 - 13:22

JATIMNET.COM, Surabaya – Sadaf Khadem membatalkan perjalanan pulang ke Iran dari Prancis, setelah memenangkan kontes tinju resmi. Petinju perempuan pertama Iran yang berhasil memenangkan kontes tinju resmi itu, khawatir ditangkap oleh pemerintah Iran.

Khadem berhasil mengalahkan petinju Prancis Anne Chauvin dalam pertandingan amatir, Sabtu 13 April 2019. Dia berencana terbang pulang ke Tehran dengan pelatih berdarah Prancis-Iran, minggu ini.

Khadem bertanding mengenakan rompi hijau dan celana pendek merah dengan sabuk celana warna putih – warna bendera nasional Iran- dalam pertandingan hari Sabtu, di kota Royan, Prancis bagian Barat.

Petinju berusia 24 tahun itu, harus bertanding di luar negeri, karena merasa terlalu rumit untuk memenuhi permintaan di dalam negeri terkait pertandingan harus dipimpin oleh wasit dan juri perempuan.

BACA JUGA: Pasangan Iran Ditahan Akibat Melamar di Dalam Mal

Meskipun, kepergian Khadem mendapat restu dari otoritas olahraga Iran.

Khadem berharap, akan mendapat sambutan sebagai pahlawan, ketika kembali ke Iran.

Namun, dalam perjalanan menuju bandara Charles de Gaulle Paris, bersama pelatihnya Mahyar Manshipour, mantan juara WBA kelahiran Iran dan juga penasehat kementerian olahraga Prancis, Khadem mengaku jika surat penangkapan telah dikeluarkan untuknya.

Dikutip dari koran olahraga, Khadem percaya jika dirinya dituduh melanggar aturan penggunaan baju pemerintah Iran, karena bertinju dengan mengenakan rompi dan celana pendek.

BACA JUGA: Iran Akan Langkahi Sanksi Amerika Serikat

“Saya bertanding dalam sebuah pertandingan resmi di Prancis. Namun, karena saya menggunakan kaos dan celana pendek, yang terlihat sangat normal di mata seluruh dunia, saya dikutuk oleh aturan di negara saya,” katanya kepada koran L’Equipe, dikutip dari Bbc, Rabu 17 April 2019.

“Saya tidak memakai jilbab, saya dilatih seorang laki-laki- beberapa orang memberikan padangan buruk tentang ini,” katanya.

Juru bicara kedutaan Iran di Paris mengatakan pada Reuters Rabu, jika mereka tak bisa memberikan komentar terkait apakah benar Khadem akan ditangkap di Iran.

Sedangkan, Kepala federasi tinju Iran menyangkal jika Khadem bakal ditangkap apabila pulang ke Iran

BACA JUGA: Mulan Jameela Sibuk Rekam Suaminya di Persidangan

“Khadem bukanlah anggota organsiasi atletik Iran untuk tinju, dan dari perspektif federasi petinju, seluruh tindakannya adalah personal,” kata Hossein Soori, dikutip oleh kantor berita Iran.

Di bawah hukum Iran, seorang perempuan berusia minimal 9 tahun, dan terlihat di depan umum tanpa kerudung, terancam hukuman penjara antara 10 hari hingga dua bulan, atau denda berupa uang.

Atlet perempuan Iran diminta menutup rambut, leher, lengan dan kaki, ketika bertanding.

Sebelumnya, Khadem tak bisa mengikuti pertandingan resmi dengan mengenakan kerudung atau baju kurung. Namun sejak akhir Februari, badan tinju amatir dunia, Asosiasi Tinju Internasional (AIBA) mengubah aturan itu.        

Baca Juga

loading...