Tekan Jumlah ODHA, Pemkot Surabaya Tingkatkan Layanan Puskesmas 

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 21 Mei 2019 - 08:58

JATIMNET.COM, Surabaya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mengimbau seluruh warga Surabaya agar tidak jajan sembarangan dan setia kepada satu pasangan. Imbauan ini tidak lepas dari peningkatan jumlah Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Surabaya setiap tahunnya

"Pada 2018 lalu kami menemukan 1.100 ODHA baru,” kata Kepala Dinkes Surabaya Febria Rachmanita dalam rilis yang diterima Jatimnet.com, Selasa 21 Mei 2019.

Terhitung sejak tahun 2005 hingga tahun 2019 ini kurang lebih sudah mencapai 11 ribu pengidap HIV/AIDS. Wanita yang kerap disapa Feni ini mengungkapkan ODHA didominasi oleh usia produktif yang penularannya disebabkan karena hubungan seksual.

Sejalan dengan itu, Dinkes Surabaya berupaya mencari masyarakat yang mengidap HIV/AIDS, dan tidak melakukan pemeriksaan. Tujuannya untuk menekan peningkatan ODHA.

BACA JUGA: Delapan Pekerja Seks yang Positiv HIV Akan Dipulangkan

Untuk mempermudah pendataan masyarakat yang mengidap HIV/AIDS, lanjut Feni, saat ini Pemkot Surabaya telah menyediakan 63 puskesmas, yang bisa melayani pemeriksaan dan mendiagnosa HIV/AIDS.

Namun dari jumlah tersebut, Dinkes Surabaya telah menetapkan sepuluh puskesmas yang bisa memberikan pengobatan maupun penanganan.

“Sebelumnya kami hanya memiliki tiga peskesmas, tapi saat ini sudah sepuluh puskesmas. Memang masih sedikit, karena untuk pelayanan dan pengobatan butuh pelatihan khusus,” kata Feni.

Adapun sepuluh puskesmas tersebut berada di Puskesmas Dupak, Putat Sememi, Perak Timur, Kedurus, Jagir, Kedung Doro, Keputih, Kali Rungkut, dan Tanah Kali Kedinding.

BACA JUGA: Dinkes Ponorogo Temukan Enam Orang Terjangkit HIV

Sedangkan untuk rumah sakit, imbuh Feni, Dinkes Surabaya mencatat sembilan RS yang memiliki alat lengkap untuk pengobatan ODHA. Kesembilan rumah sakit itu meliputi RS Soewandi, BDH, Dr Soetomo, Bhayangkara, Unair, RSJ Menur, Rumkital, Haji, dan RS Paru.

“Jadi imbauannya kepada ODHA, tolong untuk berobat rutin, karena kami sudah punya pendamping, dan jangan sungkan,” kata dia.

Apalagi pemkot sudah memberikan perhatian khusus untuk ODHA, sambung Feni, baik dalam segi makanan, obat-obatan dan juga peluang untuk bekerja.

Ia berharap selain tidak berganti-ganti pasangan, masyarakat diimbau menjaga perilaku hidup sehat untuk mencegah penularan HIV. Imbauan ini disampaikan karena baru-baru ini Pemkot Surabaya telah menemukan delapan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang positif mengidap HIV/AIDS.

Baca Juga

loading...