Dinkes Ponorogo Temukan Enam Orang Terjangkit HIV

Gayuh Satria Wicaksono

Kamis, 4 April 2019 - 16:18

JATIMNET.COM, Ponorogo – Dinas Kesehatan Ponorogo berupaya melakukan deteksi dini terhadap penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) di masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit HIV di Kota Reog tersebut.

Dinkes Ponorogo baru saja menemukan enam penderita HIV yang dicatat sejak bulan Januari hingga Februari 2019. Temuan ini dilakukan secara tidak disengaja, seperti masyarakat yang hendak melakukan donor darah, dan diidentifikasi terjangkit HIV.

“Sosialisai, edukasi, dan deteksi dini tentang HIV terus kami lakukan kepada masyarakat yang memang ada kemungkinan terjangkit penyakit mematikan ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Rahayu Kusdarini, Kamis 4 April 2019.

BACA JUGA: Fakta dan Mitos Seputar HIV/AIDS

Untuk jumlah penderita HIV di Ponorogo, menurut data Dinkes Ponorogo, terus menunjukkan penurunan. Pada tahun 2017 terdapat 134 penderita, sedangkan pada 2018 sudah menurun dengan jumlah 78 penderita.

Rahayu menerangkan jika saat ini masyarakat diwajibkan melakukan tes HIV, seperti pada ibu hamil dan kalangan usia produktif 30 sampai 50 tahun. Pada ibu hamil diwajibkan untuk seluruh Indonesia karena risiko menularkan penyakit kepada bayinya cukup tinggi.

“Sebenarnya Pemkab Poronoro tidak memaksa seseorang untuk melakukan tes HIV, jadi tinggal kesadaran dari masing-masing,” terangnya.

Pentingnya edukasi terhadap HIV pada masyarakat juga poin penting agar stigma negatif penderita HIV tidak melekat pada masyarakat. Bahwa HIV tidak akan menular melalui interaksi fisik seperti berjabat tangan.

BACA JUGA: Gali Informasi Seputar HIV/AIDS Lewat Aplikasi “Tanya Marlo”

Ia menjelaskan tes HIV juga sering dilakukan pada populasi kunci, misalnya pada PSK, yang kerap berhubungan intim dengan banyak orang. Selain itu juga melalui jarum suntik pada pengguna narkoba.

“Ketika seseorang terjangkit HIV maka yang perlu dilakukan adalah memeriksakan ke dokter dan akan diberi obat antriretroviral (ARV),” jelasnya.

Obatnya ini sejatinya untuk menaikkan daya tahan tubuh penderita HIV. Sebab seseorang yang terjangkit HIV membuat daya tahan tubuhnya akan terus menurun.

“Konsumsi ARV ini harus rutin dan seumur hidup, supaya tidak menjadi AIDS, meski begitu obat ini bisa didapat dengan gratis,” tuturnya.

Baca Juga

loading...