Takjil Khas Ramadan di Negara Muslim

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Minggu, 26 Mei 2019 - 19:53

BULAN Ramadan memberi keunikan dan berkah bagi umat muslim. Salah satu keunikan itu tersaji melalui menu yang dikonsumsi baik pada saat sahur maupun berbuka. Bagi sebagian umat muslim, menu pembuka atau takjil sudah menjadi tradisi.

Takjil tidak hanya ada di Indonesia. Di belahan negara muslim memiliki tradisi serupa meski berbeda nama. Islamicfinder.org menyajikan sejumlah menu yang lazim dikonsumsi selama Ramadan di beberapa negara Islam. Apa saja?

Mm Ali (Mesir)

Makanan tradisional ini berasal dari dinasti Ayyubiyah yang sangat ekonomis untuk dibuat. Makanan ini terbuat dari filum pastry, susu, krim ganda, kacang-kacangan dan kadang-kadang di atasnya ditaburi dengan kismis, gula bubuk, dan parutan kelapa.

Kebabi (Turki)

Kebabi atau kebab banyak dijumpai di Indonesia. Bedanya kebabi Turki ini terbuat dari daging yang dicampur dengan yogurt, tomat, dan bawang putih. Kemudian diisi dengan mint segar atau hiasan roti pide. Selain itu, tiap-tiap daerah di Turki memiliki ciri khas dalam membuat kebab.

BACA JUGA: Lima Jenis Kolak Favorit untuk Hidangan Takjil

Qatayef (Arab Saudi)

Masyarakat Arab Saudi menjadikan Qatayef sebagai makanan penutup selama Ramadan. Qatayef penganan manis berbahan keju akkawi atau keju tawar dan berisi kacang-kacangan. Makanan ini disajikan dengan dipanggang, selain digoreng, kemudian disiram dengan madu, sirup gula manis atau gula bubuk.

Chorba (Maroko)

Maroko identik dengan chorba saat berbuka. Chorba dalam bahasa Arab berarti sup. Makanan ini dibuat dari sayuran, seperti kacang polong, buncis, yang dipadu dengan potongan daging domba. Bisa pula ditambahkan biji-bijian.

BACA JUGA: 40 Tahun Takjil Khas Banjar di Kawasan Ampel Surabaya

Fasulia (Timur Tengah dan Afrika Utara)

Makanan ini hampir dikonsumsi masyarakat Timur Tengah dan Afrika Utara. Fasulia terbuat dari kacang merah-putih, daging domba atau daging sapi serta saus tomat. Umumnya disajikan dengan nasi putih atau dengan roti panas segar.

Kolak (Indonesia)

Makanan ini bisa dijadikan penutup maupun pembuka. Kuahnya terbuat dari gula aren, santan, dan daun pandan. Buah-buahan yang kerap digunakan nangka atau pisang. Bisa pula ditambahkan kacang hijau, labuh, ketela hingga kolang-kaling.

Harees (Teluk)

Harees adalah bubur gandum. Untuk membuatnya sering direndam selama satu malam. Kemudian diberi potongan daging domba yang digiling. Sebelumnya gandum dimaniskan dengan gula dan kayu manis.

Baca Juga

loading...