Tak Mampu Beli Bahan Bakar, Jet Airways Berhenti Terbang

Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 18 April 2019 - 11:59

JATIMNET.COM, Surabaya - Maskapai penerbangan India Jet Airways sementara menghentikan seluruh penerbangan baik domestik dan internasional, lantaran gagal mendapatkan dana segar.

Maskapai mengatakan, penerbangan terakhir akan berlangsung pada Rabu 17 April 2019. Penerbangan berhenti karena mereka tak mampu membeli bahan bakar dan layanan penting lain, dikutip dari Bbc, Kamis 18 april 2019.

Maskapai memilki hutang sebesar USD 1,2 miliar, dan telah berkomunikasi dengan kreditur, selama beberapa minggu.

Dengan 123 pesawat, Jet Airways menjadi maskapai privat terbesar di India, namun laporan mengatakan, hanya ada lima pesawat yang beroperasi.

BACA JUGA: India Blokir Tiktok Karena Sebarkan Video Porno

Dalam sebuah pernyataan, Jet Airways mengatakan, terpaksa mengandangkan seluruh pesawat karena “upaya negosiasi berkepanjangan dengan petugas dan kreditur, tidak mendapatkan hasil sesuai harapan,”.

Pemerintah India telah meminta bank milik negara untuk memberikan pinjaman kepada maskapai dengan 23 ribu pegawai, dan yang telah didirikan oleh Naresh Goyal lebih dari 25 tahun silam. Goyal turun dari kursi pemimpin bulan lalu.

Pilot, insinyur dan staf di kantor tidak mendapat upah selama berbulan-bulan.

“Kemarin malam, Jet Airways mendapatkan informasi dari Bank Negara India (SBI), dengan mengatasnamakan konsorsium kreditur India, jika mereka tak mampu memberikan pendanaan darurat sementara ,” kata maskapai.

BACA JUGA: Enam Maskapai Penerbangan Indonesia yang Berhenti Mengudara

“Karena tak ada dana darurat dari kreditur ataupun sumber lain dalam waktu dekat, maskapai tak akan mampu membayar bahan bakar serta layanan penting lain untuk tetap beroperasi. Konsekuensinya, dengan akibat yang segera, Jet Airways terpaksa membatalkan seluruh penerbangan domestik dan internasional. Penerbangan terakhir akan berlangsung hari ini,” kata pernyataan itu.

Penerbangan terakhir Jet Airways pun direspon dengan beragam tindakan.

Bagi kru kabin dan pilot, penerbangan terakhir terasa sangat emosional.

Sebelum pesawat mendarat, pilot menyampaikan sejumlah perkataan optimis kepada penumpang, bahwa mungkin penerbangan ini adalah yang terakhir, namun dia berharap mereka akan kembali terbang lagi.

BACA JUGA: Garuda Indonesia Turunkan Tiket Tujuan Ambon

Dalam penerbangan dengan rute berangkat dari Amritsar menuju Mumbai dan Delhi itu, sejumlah penumpang nampak menyampaikan kegusaran mereka atas industri penerbangan di India, sedangkan beberapa yang lain sengaja memesan tiket hanya untuk terlibat dalam sejarah penerbangan terakhir.

Hingga saat ini, Etihad Airwasy memiliki 24 persen saham dan dilaporkan telah mengungkapkan keinginan untuk menambah kontrol mereka.

“Jet Airways berharap bisa segera terbang lagi dan memberikan kebahagian bagi penumpang secepat mungkin,” kata pernyataan itu.

Perusahaan ini beroperasi di 600 rute domestik dan 380 internasional, termasuk London, Amsterdam dan Paris.

BACA JUGA: Ini Tempat Tidur Pilot dan Awak Pesawat

Maskapai sempat tumbuh pesat sebelum kehilangan pasar akibat masuknya pesawat dengan biaya penerbangan rendah seperti IndiGo & SpiceJet.

Penumpang di seluruh dunia pun terlantar akibat pembatalan penerbangan.

Jet Airways mengaku telah berupaya meminimalisir ketidaknyamana penumpang, dengan menyediakan kontak center dan tim sosial media

Baca Juga

loading...