Sidang Perdana Kasus Pencemaran Popok Sungai Brantas Ditunda

M. Khaesar Januar Utomo
M. Khaesar Januar Utomo

Kamis, 14 Maret 2019 - 17:16

JATIMNET.COM, Surabaya - Hakim Pengadilan Negeri Surabaya terpaksa menunda sidang perdana gugatan perdata pada Kamis 14 Maret 2019 terkait kasus pencemaran popok di Sungai Brantas.

Hal ini karena kuasa hukum empat tergugatnya yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat l (PUPR), Gubernur Jawa Timur dan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, tidak membawa surat kuasa.

Ketua majelis hakim, Jihat Akhanudin akhirnya memutuskan dalam persidangan di Ruang Cakra itu untuk menunda pembacaan materi gugatan. "Sidang saya tunda agar para tergugat melengkapi dulu dengan membawa surat kuasa," katanya.

BACA JUGA: Sampah Bikin Tiga Kapal Pesiar Batal ke Lombok

Rulli Mustika Adya sebagai kuasa hukum pihak penggugat, menyesalkan penundaan ini. "Kami menyesalkan penundaan ini," kata Rulli.

Menurut Rulli, gugatan ini sebenarnya dilayangkan kliennya sejak 11 Februari 2019 lalu, pada Gubernur Jawa Timur terdahulu yakni Soekarwo. Gubernur yang baru menjabat, Khofifah sebenarnya telah melakukan upaya pembersihan dan pengawasan sampah popok di Sunagi Brantas.

"Tapi ini semua tidak mengugurkan gugatan," jelasnya.

Ada 6 tuntutan yang dilayangkan pihak penggugat kepada empat instansi pemerintah tersebut. Penggugat menuntut para tergugatnya meminta maaf kepada sungai Brantas dan warga Jawa Timur, Permintaan maaf itu dilakukan melalui media cetak maupun elektronik.

BACA JUGA: Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur untuk Kelola Sampah

"Yang kedua memerintahkan para tergugat untuk melakukan pemasangan 2.020 CCTV di jembatan sungai wilayah DAS Brantas. Ini untuk meningkatkan fungsi pengawasan terhadap para pembuang popok sekali pakai itu," kata dia

Tuntutan ketiga, memerintahkan para tergugat menetapkan kebijakan SOP terkait penanganan sampah popok sekali pakai di Jawa Timur.

Sedangkan yang keempat, memerintahkan para tergugat untuk membersihkan sampah popok sekali pakai yang tersebar di lingkungan khususnya DAS Brantas Jawa Timur.

Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi mengatakan pengamatan selama 3 tahun terkahir ini, sampah popok ini telah menjadi momok bagi sungai Brantas. Data Ecoton, ada sekitar 1 juta popok yang dibuang di Sungai Brantas.

BACA JUGA: Warga Keputih Tegal Surabaya Resah Bau Sampah

"Popok sekali pakai menempati urutan ke 2 sampah terbanyak di sungai brantas setelah sampah plastik," katanya.

Sampah plastik menduduki peringkat pertama dengan prosentase sebesar 47 persen. Peringkat kedua sampah popok sebesar 37 persen. Dan sampah ketiga berupa ranting dan tanaman sebesar 14 persen. Dan yang terakhir berupa sampah baju, jaket sebesar 7 persen.

"Lemahnya pengawasan dan ketidakmauan pemerintah menangani sungai Brantas menjadi salah satu penyebab kerusakan sungai Bantas," pungkas Prigi.

Baca Juga

loading...