Serena Williams jadi Bahan Karikatur Rasis Media Australia

Rochman Arief

Senin, 25 Februari 2019 - 20:55

JATIMNET.COM, Sydney – Petenis putri Amerika Serikat (AS) Serena Williams tidak pernah luput dari serangan rasisme. Sebuah surat kabar di Australia menggambarkan kemarahan Williams dalam sebuah karikatur.

Williams digambarkan tengah melompat di atas raket patah di sebelah bayi boneka pada final AS Terbuka, September 2018. Pada pertandingan tersebut dia ditundukkan petenis asal Jepang, Naomi Osaka.

Banyak pihak menganggap gambar itu menggunakan stereotip rasis dan seksis dari seorang Afro-Amerika. Kartun yang kemudian menjadi viral itu menuai kritik secara global.

Asosiasi Nasional Jurnalis Hitam (The National Association of Black Journalists/ TNABJ) di AS mengecam sebagai hal yang menjijikkan di banyak tingkatan. Keluhan publik berpusat di sekitar penggambaran Williams.

BAGA JUGA: Serena Williams Masih Lapar Gelar

“Williams digambarkan berbibir besar, hidung datar lebar, dan (diposisikan) dalam posisi seperti kera,” bunyi pernyataan TNABJ.

Tentu penggambaran Williams kontras dengan Naomi Osaka, yang ayahnya adalah orang Haiti dan ibu Jepang. Osaka digambarkan berkulit putih dengan rambut pirang.

Namun Dewan Pers Australia membela karikaturis koran The Herald Sun, Mark Knight. Dikutip dari BBC Sport, Senin 25 Februari 2019, Dewan Pers Australia menganggap karikatur itu ofensif, namun dalam batas yang wajar dan bisa diterima.

Mark Knight, dalam cuitannya di akun twitter menyangkal karyanya sebagai bentuk rasis. Ide tersebut muncul lantaran Williams memiliki perilaku yang kerap meledak-ledak di lapangan.

BACA JUGA: Serena Williams Kalahkan Sahabat Latihan

Sementara Pengawas Media Australia juga memberi pembelaan atas terbitnya karikatur tersebut. Pengawas Media menilai koran tersebut memiliki tingkat keterbacaan publik yang cukup dalam mengomentari perilaku dan sportivitas.

“Williams tidak digambarkan sebagai kera, melainkan sedang meludahi boneka, karikatur itu akrab bagi sebagian besar pembaca Australia,” bunyi pernyataan Pengawas Media Australia.

Meludahi boneka adalah bahasa sehari-hari di Australia untuk menggambarkan seseorang yang bereaksi terhadap situasi dengan cara marah.

Seperti banyak diberitakan, Serena Williams memicu kontroversi saat kalah dari Naomi Osaka di final AS Terbuka. Dia menuduh wasit seksisme dan menjadi pencuri atas kekalahannya.

Baca Juga

loading...